Puluhan Warga dari 15 Desa Gelar Aksi Damai, Desak Penanganan Karhutla di Kobar Lebih Serius
indopers.net | Pangkalan Bun (Kalteng) – Puluhan warga yang mewakili 15 desa di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menggelar aksi damai terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun.
Aksi tersebut berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Dalam aksi itu, massa menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi kabut asap yang semakin pekat serta mendesak pemerintah agar meningkatkan upaya penanganan karhutla di wilayah Kobar.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA), Gusti Samudra, mengatakan penanganan karhutla harus dilakukan secara serius dan menyeluruh, mengingat dampak asap yang dirasakan masyarakat di Pangkalan Bun dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Kotawaringin Lama.


“Kami hanya ingin mengingatkan pemerintah bahwa masyarakat membutuhkan udara segar. Penanganan karhutla harus dilakukan dengan serius, bukan sekadar menyampaikan pernyataan bahwa kebakaran yang terjadi hanya sedikit, padahal kondisi di lapangan cukup luas,” ujar Gusti Samudra saat menyampaikan aspirasi.Kamis 15/1026.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus upaya menggugah perhatian pemerintah terhadap ancaman kabut asap bagi kesehatan warga, terutama anak-anak.
Ia mengingatkan, jika persoalan karhutla tidak ditangani secara maksimal, dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Mari kita bersama-sama menangani karhutla ini. Jangan hanya fokus pada satu titik, karena kebakaran terjadi di beberapa wilayah. Apalagi di kawasan Kotawaringin Lama terdapat lahan gambut yang cukup dalam, sehingga api bisa merambat di bawah permukaan tanah,” katanya.
Dalam aksi damai tersebut, para peserta juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan di tengah kondisi kabut asap.
Gusti Samudra mengungkapkan, pihaknya bersama anggota MPA telah melakukan upaya pemadaman sejak 23 Agustus 2026. Hingga sore hari sebelum aksi tersebut, mereka masih berupaya memadamkan api di kawasan hutan wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama.
Namun, upaya pemadaman yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dinilai menghadapi berbagai kendala. Selain kondisi lahan gambut yang cukup dalam, lokasi kebakaran juga sulit dijangkau karena berada sekitar 1,8 kilometer dari tepi jalan.
“Kalau hanya masyarakat peduli api yang menangani, tentu sangat sulit. Lokasinya jauh ke dalam dan lahannya gambut. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa membantu penanganan karhutla ini, termasuk mendatangkan helikopter untuk water bombing,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana menyurati DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meminta dukungan dan mendorong percepatan bantuan penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kotawaringin Lama.
Terkait kondisi kesehatan para relawan, Gusti Samudra menyebutkan bahwa anggota MPA mendapat dukungan pemeriksaan kesehatan dari sejumlah puskesmas di desa setempat.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh unsur terkait dapat semakin diperkuat agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif serta dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Aksi damai tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang berharap penanganan karhutla tidak hanya dilakukan saat kebakaran membesar, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan penanggulangan yang berkelanjutan.(Hermansyah)
26 total views, 26 views today






