Komandan Kodim 1015/Sampit Pimpin Langsung Tim Gabungan Posko Pemadaman Karhutla

Komandan Kodim 1015/Sampit Pimpin Langsung Tim Gabungan Posko Pemadaman Karhutla

indopers.net | Kotawaringin Timur (Kalteng) – Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P., memimpin langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama tim gabungan Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur di wilayah Trans Kandan Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa dini hari (13/10/2026).

Dalam pelaksanaan kegiatan, Dandim 1015/Sampit bersama Wakil Bupati Kotawaringin Timur beserta staf, Kapolsek Kota Besi beserta anggota dan Camat Kota Besi melakukan pemantauan langsung terhadap proses penanganan kebakaran di lapangan.

Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Kodim 1015/Sampit, Yonif 923/Mty, Polres Kotim, BPBD, Yon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng, KPHP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait lainnya serta relawan wilayah Kota Besi. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari tim gabungan Kecamatan Kota Besi dan masyarakat setempat.

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar dengan karakteristik tanah gambut. Api diketahui membakar bagian atas vegetasi dan bawah permukaan tanah, sehingga diperlukan penanganan intensif untuk menghambat perluasan kebakaran. Dalam upaya tersebut, tim gabungan melaksanakan pemadaman sekaligus penyekatan batas kebakaran dengan luas penanganan sekitar dua hektare.

Sumber air berasal dari kendaraan water tank, tim suplai OPD dan parit di sekitar lokasi dengan jarak kurang lebih 420 meter dari titik api.

Namun, pelaksanaan pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju titik api yang cukup jauh serta minimnya penerangan pada malam hari. Selain itu, kondisi tanah gambut dan asap tebal turut menjadi perhatian dalam proses penanganan di lapangan.

Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P., menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama, koordinasi dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Seluruh personel gabungan terus berupaya melakukan pemadaman serta penyekatan agar api tidak semakin meluas. Kita juga harus memperhatikan keselamatan personel, mengingat kondisi lahan gambut, akses yang cukup jauh dan keterbatasan penerangan di lokasi,” ungkap Dandim. (Umar k/Pendim 1015/Spt)

 18 total views,  18 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!