Kebun Sawit Dirusak, Lurah Raja Seberang Yaumil Terima Koordinasi Mantir Adat Dayak dan Warga Korban

Kebun Sawit Dirusak, Lurah Raja Seberang Yaumil Terima Koordinasi Mantir Adat Dayak dan Warga Korban

indopers.net | KOTAWARINGIN BARAT (KALIMANTAN TENGAH) – Lurah Raja Seberang, Yaumil, S.STP menerima kedatangan warga korban perusakan kebun kelapa sawit yang didampingi oleh Kerapatan Mantir Adat Dayak Tomun di Kantor Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk koordinasi menyusul adanya dugaan perusakan lahan dan kebun sawit milik warga menggunakan ekskavator oleh oknum tidak bertanggung jawab yang terjadi sejak Agustus hingga 15 September lalu.

Warga korban yang dirugikan, antara lain Akrius, Haji Butun, Simin, dan Kese, hadir langsung dengan didampingi oleh dua Mantir Adat Dayak Tomun, salah satunya Andreas Garusang yang bergelar Omas Macan Suka Jadi.

Omas Macan Suka Jadi menjelaskan bahwa warga telah menyerahkan syarat formil pengaduan adat terkait perusakan tersebut. Langkah ini diambil karena pemilik kebun merasa khawatir atas situasi di lokasi lahan yang sempat memanas akibat tindakan sepihak dari oknum pelaku.

Kehadiran kami di kantor kelurahan hari ini murni sebagai bentuk koordinasi, bukan untuk melaporkan tindakan oknum pelaku. Kami dari Kerapatan Mantir Adat Tomun juga telah menjadwalkan agenda pengecekan langsung ke lokasi lahan sengketa dan mengundang pihak kelurahan,” tegas Omas.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Raja Seberang, Yaumil, S.STP., menyatakan dukungannya agar persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Meski demikian, ia sempat menyayangkan langkah warga yang langsung mengadu ke pihak luar, padahal proses mediasi di tingkat kelompok tani sebenarnya sedang berjalan.

Kami fokus pada penyelesaian perselisihan sengketa lahannya, setahu saya, lokasi yang menjadi sengketa ini masuk dalam wilayah Kelompok Tani Amanah Abah.

Di lokasi tersebut memang pernah ada tumpang tindih klaim, baik dari Kelompok Mandiri Sejati, kelompok tani lain maupun klaim pribadi,” jelas Yaumil.

Yaumil berharap melalui momentum koordinasi ini dapat ditemukan titik terang.
Pihak kelurahan pun berkomitmen untuk hadir dan turun bersama Mantir Adat saat agenda pengecekan lapangan nanti. Kami berharap nantinya saat jadwal pengecekan lapangan, pihak kelurahan bisa ikut bersama-sama agar penyelesaian masalah ini bisa dituntaskan dengan cara kekeluargaan,” pungkas Lurah Yaumil.(Hermansyah)

 52 total views,  52 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!