Warga Desa Pelantaran Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri di Areal Pemakaman

Warga Desa Pelantaran Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri di Areal Pemakaman

indopers.net | Kotim (Kalteng) — Masyarakat Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah mendadak geger.

Seorang pria berinisial KD (40) ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri di areal Pemakaman GBI, KM 74, pada Rabu (10/06/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Edi Hariyanto, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari laporan masyarakat kepada personel piket Polsek Cempaga Hulu.

“Setelah menerima laporan dari warga mengenai adanya seorang laki-laki yang meninggal dunia akibat gantung diri, personel Polsek Cempaga Hulu melalui Anggota Pospol Pelantaran langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Iptu Edi Hariyanto.

Kronologi Evakuasi dan Olah TKP
Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, tergantung di sebuah pohon cempedak.

Di saksikan oleh beberapa warga setempat, pihak keluarga kemudian memotong tali nilon hijau (tali tas) yang digunakan korban, lalu menurunkan jasad almarhum.
Setelah dibaringkan sejenak di tanah, jenazah korban langsung digotong dan dibawa menuju ke rumah orang tuanya.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa seutas tali tas nilon berwarna hijau tersebut.

Keluarga Menolak Otopsi
Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh ibu kandung korban, sdri. RM, meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah KD.

Keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk langsung memakamkan korban.

“Orang tua korban sudah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan otopsi dan berkomitmen tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari,” tambah Kapolsek.

Meski pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih tetap dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kejadian ini masih dalam penanganan dan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Cempaga Hulu untuk memastikan motif serta latar belakang peristiwa tersebut,” pungkasnya.

(Umar k/Hms)

 32 total views,  32 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!