Laki- laki Paruh Baya di Katingan Kuala Bunuh Diri Menggunakan Seutas Tali
indopers.net | Katingan Kuala/ Katingan (Kalteng) – Digegerkan seorang laki-laki paruh baya meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan seuntas tali. sangat menyayat hati seorang pria tersebut mengambil jalan pintas untuk melakukan bunuh diri dengan menggunakan seuntai tali mengikat leher untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri di rumahnya sendiri, Minggu, (24/52026).
Masalahnya si Almarhum Wahyu panggilan kesehariannya menurut tetangga sekitarnya bahwa hubungan almarhum Wahyu bersama istrinya baik-baik saja tidak ada pertengkaran maupun lainnya. Memang almarhum Wahyu itu sering sakit sakitan satu sisi sang istri kerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Pada pagi yang cerah sekitar pukul 07.00 (wib). Sang istri berangkat kerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara sang suami tinggal sendirian dalam keadaan sakit sakitan sang istri tidak merasa kecurigaan senekat itu. Sekitar pukul 07.30 wib sang istri punya pirasat pamit dengan majikannya pulang kerumah yang tidak jauh dari rumah. Sesampainya di rumah sang istri kaget melihat suami sudah dalam keadaan tidak bernyawa gantung diri, lalu bergegas mengambil pisau untuk memutus ikatan tali dileher dan berteriak minta tolong maka hebohlah tetangga sekitarnya.

Kebetulan ada aparat mendengar kejadian tersebut bergegas ke lokasi kejadian(TKP) setelah diperiksa salah seorang aparat Danramil 1019-01 ternyata masih ada detak denyut pada lehernya langsung bergegas diangkut kerumah sakit yang dikawal oleh anggota Polsek, Polairud dan TNI dari Danramil setempat.
Setelah dilakukan pertolongan secara intinsef ternyata tidak tidak dapat tertong lagi sehingga menghembuskan napas terakhir (meninggal). Dengan pernyataan dari pihak rumah sakit akhirnya mayat almarhum Wahyu dibawa pulang kerumah orang tuanya.
Sebelumnya almarhum bersama istri Tinggal di RT.13 RW.05 kelurahan pegatan hilir kecamatan Katingan Kuala kabupaten Katingan Kalimantan tengah. Ditambahkan oleh salah seorang Lembaga KPK TIPIKOR yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan bahwa almarhum sama istrinya menyewa rumah yang kurang layak huni kerena ingin mendiri, karena faktor apa hingga meninggalnya jadi mesteri yang jelas fakto r ekonomi. Sesampainya zenajah kerumah orang tuanya walayah pegatan hulu untu dilakukan peman Dian dan pengapanan serta di sholatkan terakhir dibawa ketempat pemakaman untuk ditanam. (Abdalli)
406 total views, 2 views today






