Ketum FWJ Indonesia Dorong Penegak Hukum Tangkap Oknum Elang 3 Hambalang dan LSM Sukma

Ketum FWJ Indonesia Dorong Penegak Hukum Tangkap Oknum Elang 3 Hambalang dan LSM Sukma

indopers.net | BOGOR (Jabar) – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Neeta Ranysha Megawati Muchtar akhirnya beri penjelasan atas adanya intimidasi serta ancaman sekelompok orang yang mengaku dari Elang 3 Hambalang dan LSM Sukma.

Peristiwa itu lanjut Neeta terjadi pada hari Senin (2/11/2026) disaat dirinya beserta beberapa jajaran SPPG sedang melaksanakan kegiatan pertemuan sharing dan evaluasi kinerja bulanan.

“Hari senin kemaren mas mereka datang ke SPPG kami dan mengaku dari Elang 3 Hambalang. Saya beserta beberapa jajaran SPPG sedang meting diluar, lalu di telpon sama karyawan di SPPG katanya ada tamu dari Elang 3 Hambalang dan ingin bertemu saya. “Ucap Neeta saat di konfirmasi FWJ Indonesia, Rabu (4/11/2026).

Neeta juga mengatakan dalam pembicaraan via telpon, orang yang mengaku dari elang 3 hambalang melakukan tuduhan dan intimidasi soal adanya dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) baik Ipal dan jalan setapak. Bahkan ancaman yang dilontarkannya mengarah pada penutupan SPPG.

“Awalnya kita heran dan kaget ajh mas, tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba datang dan masuk ke SPPG kami sambil membawa surat LSM, lakukan intimidasi, ancaman, tekanan sehingga membuat gaduh dan takut para pekerja SPPG. Kata staft saya mereka bertiga dan mengaku dari Elang 3 Hambalang serta LSM Sukma. “Bebernya.

Berdasarkan fakta dilapangan, Neeta menjelaskan bahwa sejauh ini SPPG Sukajadi selalu memjalankan prosedural dengan baik dan teliti. Bahkan pihaknya menjalankan SOP yang ditetapkan BGN Pusat.

Sementara mitra SPPG Sukajadi Bogor sekaligus pemodal Haji Ahmad Juanda angkat bicara terkait peristiwa yang terjadi. Dia merinci persoalan kehadiran orang-orang yang mengaku dari elang 3 hambalang bersama LSM Sukma merupakan rentetan peristiwa antara dirinya dengan oknum warga berinisial H.

“Sebenarnya kalau kami tarik benang merahnya, itu merupakan rentetan peristiwa 2 bulan lalu, dan orang itu yang berinisial H sudah kami laporkan ke Polsek setempat. “Kata Haji Juanda kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Lebih lanjut dia menjelaskan peristiwa awal dimana saat itu ada motor yang melaju cukup kencang dan menyerempet pejalan kaki di depan rumahnya. Haji Juanda menegur pengendara motor. Namun tiba-tiba muncul H dengan lantang bicara dasar Haji Anj##g. Sontak haji Juanda kaget dan terjadilah perselisiahan argumen.

“Orang itu memang tidak punya adab dan etika. Jelas-jelas pengendara motor yang salah dan saya tegur, kok malah dia yang sewot dan marah ke saya, malah sambil teriakin saya Haji Anj##g. “Ulasnya.

Ternyata kata Haji Juanda tidak berakhir sampai disituh. Seorang ustadz yang mencoba melerai pun di tendang dan dikatai Ustdz Anj##g. Bahkan putranya Haji Juanda yang bernama Makmur mencoba melerai juga, namun kembali dhajar oleh si H hingga terluka. Dan perisitiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Tamansari Bogor.

“Proses hukumnya lagi berjalan mas. Dan setelah kejadian itu muncul SPPG Sukajadi dituduh dan di fitnah ini itu, bahkan sampai pembuangan limbah (ipal) yang sudah kami buat pun dirusak pipanya dan itu dijadikan bukti mereka. Padahal mereka yang merusak Pipa Ipal SPPG. “Terang Haji Juanda.

Selain itu lanjut dia, lahan Ipal milik saya pun dipermasalahkan dan jalan setapak yang memang itu bagian dari tanah saya pun dipermasalahkan oleh mereka yang mengaku dari elang 3 hambalang dan LSM Sukma. “Intinya mereka-mereka itu telah meresahkan kami dan mengganggu aktivitas SPPG untuk mewujudkan program Presiden Prabowo. “Tegasnya.

Sebagai mitra SPPG, haji Ahmad Juanda juga merinci telah mengikuti program Pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan telah menghibahkan 3 hektar lahannya dijadikan budidaya tanaman kebutuhan berupa sayur-sayuran yang akan dimanfaatkan warga dan kebutuhan SPPG.

“3 hektar lahan telah saya hibahkan untuk ditanami sayur sayuran agar dimanfaatkan warga dan untuk kebutuhan SPPG Sukajadi. Alhamdulillah yang bekerja di SPPG mitra kami itu ada 47 orang dan 95% warga Sukajadi. “Jelasnya.

Peristiwa munculnya nama yang mengaku dari ormas elite Elang 3 Hambalang melakukan intimidasi serta pengancaman penutupan SPPG Sukajadi tanpa alasan kuat object ketidakprofesionalan. Hal itu menjadi kritikan pedas dari Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan Pers nya di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sebagai aktifis Pers dan juga pelaksana kontrol publik tata kelola Pemerintah, Opan menyayangkan adanya oknum yang mengaku dari Elang 3 Hambalang. Bahkan disebut adanya sidak SPPG bersama LSM Sukma.

“Tindakan yang sangat mencerminkan ketidakprofesionalan profesi dengan membawa-bawa nama Elang 3 Hambalang melakukan intimidasi dan ancaman. Buruknya berdampak para pekerja SPPG menjadi takut bekerja dan menghambat program kebijakan Presiden Prabowo. “Paparnya.

Opan menekankan adanya keterlibatan penegak hukum guna menyisir dan melakukan pemanggilan serta penangkapan kepada para oknum tersebut.

“Perisitiwa itu bukan hal biasa, tetapi hal serius yang harus segera ditangani pihak-pihak terkait dan penegak hukum agar kedepannya tidak ada lagi para oknum lainnya melakukan hal yang sama. “Pungkasnya. (S.A)

 24 total views,  24 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!