Danrem 121/Abw Tekankan Sinergi Strategis Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
indopers.net | Pontianak {Kalbar} – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus dioptimalkan secara terpadu dan berkesinambungan. Hal tersebut ditegaskan oleh Komandan Cermai/Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., di sela-sela sesi doorstop bersama awak media saat meninjau langsung lokasi Karhutla di kawasan Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran Danrem ke lokasi tidak hanya untuk memastikan efektivitas penanggulangan di lapangan, tetapi juga untuk menyuntikkan semangat dan dukungan moril bagi para personel gabungan yang tengah berjuang memadamkan api di tengah medan yang menantang.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kasiter Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Neggy Kuntagina serta Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han. Di lokasi, rombongan menyaksikan secara langsung kerja keras tim gabungan—yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan—dalam menyekat dan memadamkan kobaran api.
Brigjen TNI Purnomosidi menekankan pentingnya kesatuan langkah dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem dan terpaan angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terkoordinasi. Tidak boleh ada ego sektoral. Sinergi dari seluruh unsur adalah kunci utama untuk mengendalikan api dan mencegah dampak yang lebih luas,” tegas Brigjen TNI Purnomosidi.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas di lapangan untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan diri melalui komunikasi yang terjalin erat antartim, sehingga mitigasi risiko dapat berjalan seiring dengan efektivitas pemadaman.
Lonjakan Hotspot dan Luasan Lahan Terbakar
Berdasarkan data Korem 121/Abw periode 1 hingga 25 Agustus 2026, terdeteksi sebanyak 13.945 titik panas (hotspot) di wilayah hukum Korem 121/Abw. Sementara itu, total area terbakar yang berhasil ditangani mencapai sekitar 8.197,21 hektare dengan mengerahkan tidak kurang dari 580 personel TNI jajaran Korem 121/Abw.
Melihat besarnya skala ancaman tersebut, Danrem mengapresiasi dedikasi, soliditas, dan disiplin tinggi yang ditunjukkan para petugas di garis depan. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak hanya bersandar pada kesiapan alutsista dan peralatan, tetapi juga pada semangat pengabdian serta kesiapsiagaan para personel.
Imbauan bagi Masyarakat
Mengingat tingginya potensi risiko akibat cuaca kering dan angin kencang, Danrem mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan atau ladang dalam waktu dekat.
Kami memohon kerja sama masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar saat ini. Langkah pencegahan dini sangat krusial, karena pemadaman api yang sudah terlanjur meluas akan menyedot alokasi sumber daya, waktu, dan energi yang jauh lebih besar,” imbaunya.
Ia menutup dengan menegaskan komitmen penuh Korem 121/Abw untuk terus berdiri di garda terdepan bersama seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanganan Karhutla secara cepat, komprehensif, serta berkelanjutan di Kalimantan Barat. (j.s)
109 total views, 4 views today






