Ratusan Jukir Yang Tergabung Dalam Wadah Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) Unjuk Rasa di Balai Kota Surabaya
indopers.net | Surabaya – Ratusan juru parkir (jukir) menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Senin (31/8/2026) siang.
Awak media Berita Umum Nasional indopers.net, memantau massa berorasi di depan gerbang Jalan Sedap Malam, dan berharap bisa ditemui langsung oleh Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya.
Izul Fikri Ketua Paguyuban Jukir Surabaya mengatakan, ada sejumlah tuntutan yang ingin mereka sampaikan kepada Wali Kota. “Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan pada hari ini,” kata Izul saat ditemui di lokasi.
Tuntutan pertama terkait penerapan transaksi parkir non tunai. Jukir keberatan jika pembayaran dari masyarakat secara non tunai, tetapi mereka tetap harus menyetorkan bagi hasilnya secara tunai.
“Oleh karena itu, tunggal pembayarannya. Pastikan sekarang juga, mau tunai atau non-tunai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan para jukir bukan menolak digitalisasi. Hanya saja, menurutnya masih banyak jukir belum dibekali perlengkapan pembayaran parkir non tunai.
Tuntutan berikutnya, para jukir meminta porsi bagi hasil sebesar 70 persen. Mereka juga minta pencairan bagi hasil tidak memakan waktu hingga satu minggu.
“Oleh karena itu kita minta, pelimpahan bagi hasil untuk jukir kalau misalnya non tunai, di hari yang sama maksimal jam 5 sore,” kata Izul.
Massa jukir juga meminta Pemkot Surabaya memfasilitasi perlindungan bagi jukir, lewat asuransi kehilangan serta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Jukir ini adalah profesi dengan tingkat risiko tinggi. Ketika hilang, jukir yang ganti. Ya, sakit dan lain sebagainya ditanggung sendiri,” ungkapnya. (mansur)
14 total views, 14 views today






