Kapolsek Panongan Jadi Pembina Upacara, 700 Pelajar Yayasan Darussalam Diajak Jaga Masa Depan

Kapolsek Panongan Jadi Pembina Upacara, 700 Pelajar Yayasan Darussalam Diajak Jaga Masa Depan

indopers.net | TANGERANG (Banten) – Pesan tentang menjaga masa depan disampaikan Kapolsek Panongan Iptu Irruandy Aritonang, SH di hadapan sekitar 700 pelajar Yayasan Darussalam, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (24/8/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara, Kapolsek Panongan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Mekar Bakti Aiptu Antariksa. Upacara tersebut diikuti siswa-siswi tingkat SD, SMP hingga SMK bersama para guru dan jajaran pengelola Yayasan Darussalam.

Tidak sekadar menjadi agenda rutin setiap Senin, kesempatan tersebut dimanfaatkan kepolisian untuk berdialog secara langsung dengan generasi muda mengenai berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan pelajar, mulai dari kenakalan remaja, tawuran, penyalahgunaan narkotika hingga pergaulan bebas.

Kapolsek Panongan mengatakan, pembinaan terhadap pelajar merupakan bagian penting dari upaya pencegahan. Menurutnya, menjaga keamanan tidak cukup dilakukan melalui penindakan setelah persoalan terjadi, tetapi harus dimulai dengan membangun kesadaran sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi. Para pelajar juga mempunyai peran, terutama dengan menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik dan tidak mudah terprovokasi,” ujar Irruandy.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah mengikuti ajakan teman yang dapat membawa mereka ke dalam tindakan negatif.

“Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun rusak hanya karena satu keputusan yang salah. Kalau ada ajakan tawuran, narkoba atau kegiatan negatif lainnya, jangan ikut-ikutan. Berani mengatakan tidak justru merupakan bentuk keberanian,” tegasnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SMK Darussalam Martuti menilai kehadiran kepolisian di tengah pelajar memberikan penguatan terhadap pendidikan karakter yang selama ini dilakukan pihak sekolah.

Menurut Martuti, pembentukan karakter siswa tidak bisa hanya mengandalkan proses pembelajaran di dalam kelas. Peran keluarga, sekolah, masyarakat dan kepolisian perlu berjalan bersama.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kapolsek Panongan yang memberikan pembinaan secara langsung kepada anak-anak. Pesan yang disampaikan kepolisian menjadi penguatan bagi kami sebagai pendidik dalam membimbing siswa,” kata Martuti.

Ia berharap komunikasi antara sekolah dan kepolisian tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi terus berlanjut melalui pembinaan dan kegiatan edukatif lainnya.

“Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman secara terus-menerus. Mereka harus mengetahui mana yang baik dan mana yang harus dihindari, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Kami berharap sinergi dengan Polsek Panongan dapat terus berjalan,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan mengenai kenakalan remaja, Kapolsek juga mengingatkan para siswa untuk ikut menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, termasuk kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kehadiran Kapolsek di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat pendekatan kepolisian yang mengedepankan edukasi dan pencegahan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga berupaya membangun komunikasi sejak potensi gangguan tersebut belum terjadi.

Kapolsek Panongan berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang mampu menjaga diri sekaligus membawa pengaruh positif bagi lingkungan.

“Kami tidak ingin polisi hanya dikenal ketika melakukan penindakan. Kami ingin hadir lebih awal, memberikan edukasi dan menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang positif,” pungkas Irruandy.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Darussalam Mekar Bakti Dr. H. Ali Suharli, Kepala SMK Darussalam Martuti, Kepala SMP Darussalam Reutno, Kepala MIS Darussalam Drs. Hj. Sri Hastuti, para tenaga pengajar serta personel Polsek Panongan.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Panongan dan Yayasan Darussalam sepakat bahwa perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan kerja bersama. Sebab masa depan pelajar tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi nilai akademiknya, tetapi juga oleh kemampuannya memilih pergaulan, menolak pengaruh buruk, dan berani mengambil keputusan yang benar. (S.A)

 19 total views,  19 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!