Sebagian Lampu Terowongan Nur Mentaya Padam, Warga Keluhkan Minimnya Perawatan Landmark Kota Sampit
indopers.net | Sampit (Kalteng) – Terowongan Nur Mentaya, yang kini menjadi landmark kebanggaan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tampak redup.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Jumat (19/6/2026), sebagian besar lampu hias di kawasan jalan tersebut terpantau mati dan tidak menyala.
Kerusakan paling parah terlihat di jalur Jalan Cilik Riwut wilayah Kelurahan Baamang Hulu.


Di kawasan ini, lampu yang padam berada di sisi kanan dan kiri jalan secara beruntun, dengan perkiraan mencapai kurang lebih 14 tiang yang gelap gulita.
Sementara itu, kondisi di wilayah Kelurahan Baamang Tengah juga mengalami hal serupa, meski polanya berbeda.
Di area ini, lampu padam secara acak atau spot-spot. Terlihat satu tiang mati, kemudian disusul 10 tiang menyala, dan kondisi ini terjadi merata di sisi kanan maupun kiri jalan.
Matinya fasilitas penerangan ini menuai sorotan tajam. Terowongan Nur Mentaya dibangun menggunakan anggaran daerah yang cukup besar dengan harapan bisa mempercantik estetika kota sekaligus mendongkrak sektor ekonomi dan wisata malam di Sampit.
Masyarakat menyayangkan jika ikon kota sespesial ini terkesan kurang diperhatikan dari segi pemeliharaan.
Dinas terkait seharunya melakukan pengawasan dan perawatan secara berkala dan responsif.
“Jangan sampai program pembuatan lampu Terowongan Nur Mentaya yang menelan anggaran begitu besar ini menjadi sia-sia hanya karena lemahnya perawatan,” ujar salah satu warga yang melintas.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan, demi menjaga kenyamanan pengguna jalan serta mempertahankan keindahan estetika Landmark Kota Sampit tersebut.
(Umar k)
18 total views, 18 views today






