Menyala Bos’Qu…!!! Nyuruh Orang Kerja Namun Naas Terjadi Kecelakaan Kerja “Rio Laka Dewa Lepas Tangan” (Hands Off)
indopers.net | Deli Serdang (Sumut) – Memang menyalah perbuatan Kepala dinas yang satu ini, Rio Laka Dewa S.STP selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang menyuruh orang lembur memasang plafon/gypsum di kantor dinas tersebut pas di hari yang sakral bagi umat muslim 1 Muharam (16/6/2026). Pada pagi hari Rio menjanjikan kerja hanya setengah hari namun kenyataannya tukang malah dipaksa kerja sampai malam, katanya sih mengejar target. Namun untung tak dapat diraih bala tak dapat ditolak, pas menjelang Magrib 2 orang tukang (Hendrik & July) yang sedang asyik bekerja memasang gypsum tiba-tiba jatuh dari atas menyebabkan mereka berdua jatuh bersama peralatan-peralatan mereka, namun naas itu tidak hanya menimpa mereka berdua melainkan juga turut menimpa 1 orang lagi (Wak No) tukang yang sedang memegangi pranca mereka
Akhirnya Hendrik dilarikan ke Rumah Sakit sementara July dilarikan ke dukun patah, karena tulang punggungnya di duga bermasalah ke daerah Perbaungan. Hal ini disampaikan oleh pengawas lapangan Wak Anto saat di hubungi lewat telepon WhatsApp pribadinya. Jumat sore,(19/6/2026)
— Namun yang menjadi sorotan masyarakat atas kejadian ini, Rio Laka Dewa tidak menunjukkan rasa empati melainkan menganjurkan agar korban dirawat menggunakan program Bupati ‘PAS PULA’ terhadap korban —
Tidak berhenti disitu. Rupanya rencana perbaikan dan pembuatan taman di komplek kantor dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang jauh hari telah direncanakan Rio Laka Dewa
— Dengan kekuasaan (abuse of power) diduga Rio memerintahkan salah satu Kepala Bidangnya (Kabid) untuk mengutip dana perbaikan/pembenahan tersebut dari perusahaan-perusahaan yang ada di Deli Serdang untuk menalanginya.
Namun yang menjadi gunjingan alias cibiran masyarakat luas adalah — Rio Laka Dewa diduga memerintahkan bendahara dinas agar membuat LPJ bodong untuk biaya kegiatan tersebut supaya cair juga dari anggaran Dinas Lingkungan Hidup (istilah bahasanya agar dapat dari 2 kokang) —
Nur Hidayat ST selaku Sekretaris Forum Pemerhati Lingkungan Hidup dan Tata Ruang (FPLT) Deli Serdang membenarkan issue di atas
“Sesuai informasi yang kami dapatkan dari orang dalam menjelaskan memang seperti itu. Kabid disuruh ngutip uang dari perusahaan-perusahaan untuk menalangi biaya perbaikan/pembenahan kantor dan taman. Namun Rio juga membuat LPJ bodong yang bahwa seolah-olah biaya tersebut dari anggaran Dinas Lingkungan Hidup. Pokoknya enak kalilah dia alias top cer“
Kami FPLT berharap kepada bapak Bupati dr.H.Asri Ludin Tambunan agar secepatnya mengevaluasi kinerja Kadis Lingkungan Hidup tersebut. “Pungkas Hidayat dengan geram kepada awak media ini di seputaran kota Lubuk Pakam
(JT)
26 total views, 26 views today






