Orang Tua Yogi Pangestu Korban Pemukulan Mantan Camat RLD ‘Buka Suara’
indopers.net | Deli Serdang (Sumut) – Hati orang tua mana didunia ini yang tidak akan terenyuh sesaat anak kesayangannya di pukuli oleh mantan atasannya, apalagi dia sudah sebatang kara setelah ditinggal pergi oleh istrinya dari 16 tahun lalu. Hal ini dialami oleh bapak Tgn (56) seorang petugas Trantib di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
Dengan suara bergetar dan sedih, ia memulai ceritanya kepada awak media ini di kediamannya Dusun 9, Desa Pardamean, Tanjung Morawa. Jumat,(29/5)
Sudah – sudahlah bang, jika ku ceritakan kronologis kejadian tersebut, akan mengulang kesedihan dan ketidak mampuanku melindungi serta membela anak yang kusanyangi di saat orang lain menganiaya dirinya. “Imbuhnya dengan sedih
Ia lalu melanjutkan ceritanya. — Pada hari itu, setelah 2 hari Rio Laka Dewa dilantik bapak Bupati jadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang (22/1/) ia marah-marah sama anakku Prayogi Pangestu (21 th) lalu melayangkan tinjunya berulang kali ke bagian dada dan perutnya hingga Yogi sampai mundur beberapa langkah kebelakang akibat kuatnya pukulan tinju tersebut, kejadian itu di sore hari di TPS 3 R Jln Karya Asih depan Dishub dan kejadian itu disaksikan orang banyak, para petugas kebersihan, supir, para mandor kebersihan namun mereka hanya menonton tanpa ada peduli, apakah karena takut sama si Rio atau memang tak peduli dengan kami yang susah ini. ” Ucapnya lirih penuh luka di hati
Ungkapnya lagi, Akibat kejadian itu, ke esokannya kami berupaya membuat laporan ke Polsek Lubuk Pakam, namun di Polsek kami malah di arahkan agar membuat pengaduan ke Polsek Tanjung Morawa. Karena kami tidak memiliki biaya, akhirnya rencana tersebut kami urungkan.
— Pak Tum setiap hari kerja hanya mengandalkan sepeda tuanya untuk transport pulang-pergi dari Tanjung Morawa ke Lubuk Pakam —
Untuk saat ini Yogi telah pergi merantau ke daerah Duri, Pekan Baru. Semoga dia sehat selalu dan betah tinggal disana. ” Jelasnya tertunduk lesu
Ada beberapa orang narasumber media ini di kantor camat Lubuk Pakam yang tidak berkenan nama mereka dituliskan mengatakan;
— Memang atas apa yang menimpa Yogi tersebut kami sangat menyayangkan dan turut prihatin — Memang semasa RLD jadi camat kami sering bersikap arogan dan kasar (abuse of power), karena beliau merasa orang dekat Bupati dan sering ikut rombongan Bupati kemana-mana dan yang lucunya pada saat itu kamipun dilarang ketemu langsung sama pak Bupati harus lewat dia. Oleh karena itu, kami sangat senang semenjak dia di lantik jadi Kadis DLH, karena secara otomatis dia tidak lagi jadi pimpinan kami. ” Ucap mereka sambil bercanda. (JT)
272 total views, 3 views today






