Dirut UPTD RSUD Salak Sampaikan Permintaan Maaf, Kritik dan Masukan Diperlukan Agar Terus Berbenah Dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat.

indopers.net | Pakpak Bharat (Sumut) – Direktur UPTD RSUD Salak dr Manuturi Situmorang Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat atas ketidak nyamanan yang dialami saat menerima Pelayanan dan mengucapkan Terima Kasih kepada masyarakat atas Kritik dan Saran yg disampaikan
Manajemen Rumah Sakit ini Umum Daerah ( RSUD) Salak, kabupaten Pakpak Bharat merespons positif kritik masyarakat melalui beberapa pemberitaan di beberapa Media yang dianggap pelayanan RSUD salak Buruk
Dirut RSUD salak Dr Manuturi Situmorang merespons positif pemberitaan mengenai pelayanan RSUD Salak yang dianggap Buruk, melalui beberapa pemberitaan di media Pihaknya berterima kasih kepada kepada kepada masyarakat karena telah memberikan informasi beserta saran hingga kritik.
” Soal pemberitaan , Sesekali pembelajaran biar semakin bagus kedepan ketua, hari ini kami ucapkan terima kasih saja. Apapun yang disampaikan pihak luar itu betul-betul jadi masukan,” ucap Manuturi melalui pesan WhatsApp Rabu (13/09).
Ia bilang semua informasi, saran, dan kritik yang disampaikan kepada pemerintah adalah bukti bahwa ada demokrasi di Indonesia. Menurutnya, tak ada pihak yang akan diperlakukan buruk jika memberikan kritik kepada pemerintah.
“Terhadap masyarakat , kepada media dan pihak mana pun kami ucapkan terima kasih. Ini artinya demokrasi bekerja di Indonesia,” ujarnya.
Sebelum nya viral di beberapa pemberitaan media pelayanan RSUD salak di anggap Buruk, dilansir dari pemberitaan media online Nasional Potret Kronologisnya, pada saat Ketua DPRD Pakpak Bharat bersama dengan istrinya hendak membawa buah hatinya (anak kandungnya) inisial ET yang baru berusia 4 bulan lima hari karena menderita demam tinggi.
Tepat pada pukul, 13:30 WIB Ketua DPRD bersama dengan isterinya juga didamping pembantu rumah tangganya dini hari, Jum’at (08/09) tiba di RSUD Salak.
Ketua DPRD dan keluarga langsung bergegas membawa buah hatinya masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tujuan untuk mendapatkan pertolongan pertama pihak Rumah Sakit tersebut, namun apa yang terjadi ?
Beberapa saat setelah tiba Ketua DPRD dan keluarga tersebut di IGD, salah satu perawat menganjurkan agar pihak pasien untuk mendaftarkan indentitas si pasien ke meja pendaftaran.
Namun begitu sesampainya ketua DPRD ke meja pendaftaran, pihak yang bertugas di piket pendaftaran langsung menyarankan Ketua DPRD untuk sabar menunggu dokter spesialis anak, karena sedang istirahat dan kembali masuk kerja pada pukul 14:00 wib,” ujar sang perawat di pos kerja pendaftaran.
Ketua DPRD tersebut pun dengan rendah hati mengikuti anjuran petugas piket pendaftaran untuk sabar menunggu dr spesialis anak tersebut hadir, sambil meminta pendataan kepada petugas piket pendaftaran.
Hal itu agar sebelum dokter, indentitas anaknya atau pasien dicatatkan terlebih dahulu dengan tujuan Ketua DPRD begitu nantinya bila dr nya sudah masuk kerja pada pukul 14:00wib, pasien bisa langsung ditangani oleh dr dimaksud.
Hotma Ramles Tumangger menduga bahwa petugas pendaftaran yang berada di pos kerja sudah melanggar SOP kerja di RSUD Salak. Menurutnya, pada saat petugas menganjurkan pihak keluarga pasien menunggu doker datang seketika petugas pergi begitu saja meninggalkan tempat kerjanya seolah olah tidak menghargai keluarga pasien.
Mendapat perlakuan itu, Hotma Ramles Tumangger dari politikus Partai Demokrat berlambang Mercy tersebut merasa disepelekan atau ditelantarkan oleh pihak RSUD Salak.
Spontan dirinya langsung menendang kursi yang ada di samping kursi tempat duduk ketua tersebut, sambil mengeluarkan suara bernada keras akibat disepelekan RSUD kepadanya selaku orang tua pasien juga Ketua DPRD.
Dengan tindakan Ketua DPRD tersebut marah – marah di ruangan pendaftaran, terlihat para pegawai mulai bermunculan dan berupaya mendekati pasien juga ketua berupaya untuk meminta maaf.
Saat itu juga dr Elpina Siska Sitepu sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, langsung bergegas menghampiri Ketua DPRD dan berupaya bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Dengan kekecewaan Ketua DPRD mengutarakan atas buruknya pelayanan RSUD tersebut dan terus melontarkan kekecewaannya dengan nada keras.
Setelah sang dokter mengetahui titik persoalan tersebut, segera disampaikan permohonan maaf dan menyampaikan akan siap berbenah agar lebih baik lagi kedepannya. (tim)
764 total views, 2 views today