Deli Serdang Terbaik Nasional Penanganan Tracing TB, Wamenkes Apresiasi Inovasi PAS -JEMPOL
indopers.net | Batang Kuis/ Deli Serdang (Sumut) – Kabupaten Deli Serdang mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, atas keberhasilan pelaksanaan penelusuran kasus Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Capaian tersebut didukung inovasi Pelayanan Administrasi Sehat dengan Jempol (PAS JEMPOL), yang menyatukan data identitas kependudukan berbasis sidik jari dengan sistem pelayanan kesehatan.
Apresiasi itu disampaikan langsung Wamenkes kepada Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dalam rangkaian Pencanangan Nasional Pesantren Bebas Tuberkulosis di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kecamatan Batang Kuis, Rabu (4/11/2026).

Benjamin secara khusus menyoroti penerapan PAS JEMPOL yang dinilai menjadi keunggulan dalam meningkatkan penemuan kasus TB. Melalui sistem ini, masyarakat cukup menggunakan sidik jari untuk proses identifikasi karena data kependudukan mereka sudah terintegrasi sebelumnya.
Ia mengakui baru pertama kali menemukan inovasi pelayanan berbasis sidik jari selama berkunjung ke lebih dari 150 kabupaten/kota di Indonesia.
“Saya sudah berkeliling ke lebih dari 150 kabupaten/kota, tetapi baru kali ini melihat sistem pelayanan yang memanfaatkan sidik jari. Ini luar biasa. Masyarakat cukup menggunakan sidik jari karena datanya sudah terlebih dahulu terintegrasi. Dengan sistem seperti ini, proses identifikasi menjadi lebih mudah dan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Menurut dia, kemudahan identifikasi dan integrasi data menjadi faktor penting untuk mempercepat pelayanan serta memastikan hasil pemeriksaan masyarakat tercatat dengan baik dalam sistem digital termasuk rekam medis.
“Inilah alasan mengapa Kabupaten Deli Serdang menjadi yang terbaik di Indonesia. Saya pikir karena cara kerja dan sistemnya sudah mudah, sehingga prosesnya lebih cepat dan terdata dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan penelusuran TB terintegrasi yang diluncurkan pada 1 Agustus 2026 mencatat capaian penemuan kasus sebesar 6,8 persen hingga Oktober 2026. Angka ini melampaui standar Kementerian Kesehatan sebesar 5 persen dari jumlah sasaran pemeriksaan.
Dari 368 lokus penelusuran dengan sasaran 36.800 orang, ditemukan sebanyak 2.525 kasus TB. Sebelumnya, pada periode Januari hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan Deli Serdang juga telah menemukan 4.316 kasus TB.
Penemuan kasus secara aktif ini merupakan bagian upaya agar masyarakat yang terindikasi terinfeksi TB segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan sesuai standar kesehatan.
Selain penelusuran TB, pelaksanaan CKG di Deli Serdang telah menjangkau 1.243.640 orang atau sekitar 57 persen dari total penduduk. Capaian ini melampaui target Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar 46 persen.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan pelayanan jemput bola dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga aktif mendatangi warga melalui perwiritan, posyandu, pesantren, dan berbagai komunitas.
“Kuncinya adalah pelayanan. Kami tidak hanya menyuruh masyarakat datang untuk memeriksakan kesehatan, tetapi mengajak dan membangun sinergi dengan seluruh unsur masyarakat. Ketika masyarakat dilibatkan, kesadaran untuk menjaga kesehatan juga tumbuh,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa PAS JEMPOL menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat integrasi pelayanan. Pendataan berbasis sidik jari memudahkan identifikasi masyarakat sehingga pemeriksaan kesehatan berjalan lebih tertib dan terhubung dengan sistem pencatatan digital.
Bupati menegaskan bahwa tingginya capaian pemeriksaan harus diikuti tindak lanjut bagi warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan. Dengan demikian, CKG tidak berhenti hanya pada pemeriksaan, melainkan berlanjut ke penanganan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Ia berharap Pencanangan Pesantren Bebas Tuberkulosis dapat memperluas jangkauan pemeriksaan serta membantu pemerintah daerah mempercepat pencegahan dan pemberantasan TB, khususnya di lingkungan pesantren.
Pencanangan dipimpin oleh Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i alias Romo; Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus; Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus; Wakil Gubernur Sumatera Utara; serta pimpinan pondok pesantren.
“Kemendagri mendorong penguatan koordinasi, pembinaan, dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah agar Gubernur, Bupati dan Wali Kota memastikan pelayanan kesehatan bagi para santri dapat terlaksana dengan baik,” ucap Akhmad.
Sementara itu, Romo menjelaskan bahwa keberhasilan penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan pesantren membutuhkan model koordinasi dan kolaborasi yang terstruktur, berjenjang, dan melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan.
“Kementerian Agama menjalankan pembinaan pesantren dan memfasilitasi pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan pesantren. Kita perlu memastikan bahwa pesantren menjadi bagian dari gerakan penanggulangan TB di daerah, yang terhubung dengan Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat,” ucapnya.
Pencanangan yang diikuti seluruh daerah secara daring itu juga diisi pembacaan deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai bentuk komitmen bersama dalam mem perkuat upaya penanganan TBC
(Jhon Tobing)
94 total views, 94 views today






