Kawasan Bundaran KB Sampit Diusulkan Ditata, Komisi IV DPRD Kalteng Dorong Masuk APBD 2027
indopers.net | Sampit (Kalteng) – Kawasan Bundaran KB yang terletak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini menjadi sorotan serius. Sebagai titik nol ruas jalan Sampit–Samuda yang kian padat oleh permukiman dan aktivitas ekonomi warga, kawasan ini dinilai mendesak untuk segera ditata agar tampil lebih representatif dan terhindar dari kesan kumuh.
Dorongan tersebut mengemuka dari Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid. Ia menjelaskan, kewenangan infrastruktur di kawasan tersebut terbagi antara dua instansi: ruas jalan di sekitar bundaran merupakan kewenangan Pemprov Kalteng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sementara fisik tugu bundarannya berada di bawah kewenangan Pemkab Kotim.


“Saya sudah mendapatkan informasi bahwa ruas jalan dari Bundaran KB merupakan kewenangan provinsi, sedangkan Bundaran KB sendiri menjadi kewenangan kabupaten. Karena itu, saya mengusulkan agar kawasan bundaran ini juga ditata oleh provinsi,” ujar Abdul Hafid, Sabtu (3/10/2026).
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kotim ini menekankan bahwa penataan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Fokus pembangunan tidak hanya terpaku pada perbaikan badan jalan atau fisik bundaran semata, melainkan juga menyentuh aspek infrastruktur pendukung seperti sistem drainase, pembangunan trotoar, pelebaran jalan, hingga penataan lingkungan sekitar.
Ia berharap program prioritas ini dapat dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
“Semoga dengan penataan oleh provinsi, pemerintah kabupaten juga terdorong untuk menata bundaran ini sehingga ke depan bisa lebih ikonik dan menjadi salah satu titik wisata baru,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Karang Taruna Kalteng ini mengenang bahwa Bundaran KB memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat setempat. Penamaan tersebut merujuk pada tugu legendaris dengan simbol program Keluarga Berencana (KB) yang telah melekat di hati warga sejak lama.
PUPR Siapkan Konsep Penataan Komprehensif
Langkah cepat langsung diambil menyusul aspirasi tersebut. Peninjauan lapangan di kawasan Bundaran KB telah dilakukan bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalteng, Chandra Puji Asmara, yang hadir mewakili Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom.
Chandra menyatakan bahwa usulan penataan kawasan ini telah masuk dalam radar perhatian pihaknya. Jika terealisasi, ia berharap pemerintah daerah dapat turut aktif mendampingi proses sosialisasi kepada warga sekitar yang wilayahnya terdampak proyek penataan.
“Penataan bundaran ini juga akan mencakup pembangunan drainase sekaligus trotoar, termasuk untuk rencana pelebaran jalan di area bundaran,” jelas Chandra. Menurutnya, koordinasi lintas instansi dan pelibatan masyarakat adalah kunci utama kelancaran proyek ini.
Sambutan positif turut datang dari tingkat kewilayahan. Camat Mentaya Baru Ketapang (MB Ketapang), Irpansyah, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh rencana pembenahan tersebut.
“Ini sangat bagus sekali apabila provinsi melakukan penataan terhadap lokasi tersebut. Kami akan melakukan sosialisasi apabila nantinya penataan ini dilaksanakan,” ungkap Irpansyah.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemprov Kalteng dan Pemkab Kotim, kawasan Bundaran KB ke depannya diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai simpul kelancaran lalu lintas, melainkan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang tertata rapi, dilengkapi ruang terbuka hijau, serta menjadi ikon baru kawasan perkotaan Sampit.
(Umar k)
214 total views, 214 views today






