Sering Picu Kemacetan, Aktivitas Pedagang Jajanan di Gang SMPN 3 Baamang Tengah Dikeluhkan Warga

Sering Picu Kemacetan, Aktivitas Pedagang Jajanan di Gang SMPN 3 Baamang Tengah Dikeluhkan Warga

indopers.net | Sampit (Kalteng) – Aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Gang depan SMP Negeri 3 Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, mulai dikeluhkan oleh para pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan pada Senin (13/7/2026), keberadaan para penjual pentol, gorengan, hingga minuman es yang mangkal di bahu jalan tersebut dinilai mempersempit ruang gerak kendaraan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Gang SMP Negeri 3 Baamang Tengah sejatinya merupakan salah satu jalur alternatif krusial yang menghubungkan Jalan Christopel Mihing dan Jalan Wolter Condrad.

Karena fungsinya sebagai jalan penghubung, mobilitas kendaraan yang melewati gang ini tergolong cukup tinggi, terlebih pada jam-jam keberangkatan dan kepulangan sekolah.

Kehadiran para penjual jajanan yang memarkirkan rombongnya di area tersebut otomatis memicu penyempitan jalan.

Situasi kian diperparah saat pembeli yang didominasi oleh pelajar dan warga sekitar berhenti di bahu jalan, sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

“Keberadaan para penjual jajanan ini sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas.
Jalan yang dasarnya sudah pas-pasan jadi makin sempit kalau dipakai berjualan,” ujar salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas serta kemacetan yang lebih parah jika dibiarkan tanpa penataan.

Warga pun berharap instansi berwenang segera turun tangan melakukan penertiban.

“Kami sangat berharap pihak terkait, seperti Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Baamang, segera melakukan tindakan tegas atau penataan,”harapnya

” Jangan sampai kegiatan yang mengganggu fasilitas umum ini terus berlanjut dan jumlah pedagangnya malah makin bertambah,” pungkas warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap ada solusi terbaik yang saling menguntungkan (win-win solution), di mana ketertiban jalan umum dapat terjaga, namun para pedagang tetap bisa diarahkan ke lokasi berjualan yang lebih aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.

(Umar k)

 32 total views,  32 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!