Cegah Karhutla Jangka Panjang, Satgas TNI Edukasi Pelajar SMPN 1 Kayan Hilir

Cegah Karhutla Jangka Panjang, Satgas TNI Edukasi Pelajar SMPN 1 Kayan Hilir

indopers.net | Sintang { Kalbar} – Langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkelanjutan terus digencarkan. Satgas TNI menggelar kegiatan penyuluhan dan pencegahan karhutla yang melibatkan tenaga pendidik serta perwakilan siswa di SMPN 1 Kayan Hilir, Nanga Mau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (7/9/2026).

​Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, S.T., M.M., menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada sektor pertanian maupun perkebunan saja.

​”Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya karhutla memerlukan proses jangka panjang. Upaya ini harus dimulai dari hal-hal terkecil pada diri sendiri, seperti tidak bertindak ceroboh yang memicu kebakaran, serta aktif mengajak orang terdekat menjaga kelestarian alam,” ujar Saptarendra.

​Ia juga menanggapi pertanyaan Ketua OSIS SMPN 1 Kayan Hilir, Nabila Arriyan (14), mengenai peran generasi muda dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, sekolah dapat mengambil peran aktif memupuk rasa cinta lingkungan, salah satunya melalui optimalisasi kegiatan kepramukaan.

​Kepala SMPN 1 Kayan Hilir, Paulus, S.Pd., mengapresiasi inisiatif Satgas TNI dalam memberikan edukasi kepada warga sekolah. Pihaknya berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dan TNI dalam mengantisipasi bencana asap yang berpotensi mengganggu masa depan generasi muda.

​Dalam kesempatan tersebut, Paulus turut membagikan pengalaman praktisnya memanfaatkan limbah perkebunan sebagai pupuk organik ramah lingkungan untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara dibakar.

​”Saya mengolah tandan kosong dan solid limbah sawit menjadi pupuk organik. Hasilnya, kebun jeruk saya mampu berbuah sepanjang tahun sekaligus menjaga kesuburan tanah mineral,” ungkap Paulus.

​Penggunaan limbah padat kelapa sawit tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif solusi pertanian berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, sehingga potensi timbulnya titik api akibat pembakaran lahan dapat ditekan sejak dini. (j.s)

 132 total views,  4 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!