Puluhan Orang Tak Dikenal Jarah Kebun Sawit di Pelantaran, Korban Tempuh Jalur Hukum
indopers.net | Kotawaringin Timur (Kalteng) – Aksi pemanenan ilegal atau penjarahan kebun kelapa sawit secara masif terjadi di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, pada Minggu (16/8/2026).
Sekitar 50 orang tidak dikenal (OTK) mendatangi lokasi kebun milik H. Utar Nurcholis dengan membawa armada berupa satu unit truk dan lima unit mobil pikap. Kelompok tersebut masuk ke area kebun secara paksa dengan cara merusak portal pembatas sebelum akhirnya memanen buah kelapa sawit di dalamnya.



Pemilik kebun, H. Utar Nurcholis, mengaku tidak berani mengambil tindakan langsung di lokasi lantaran kalah jumlah. Ia lantas menghubungi pihak Polsek Cempaga Hulu untuk meminta bantuan pengamanan. Mengingat jumlah massa yang cukup besar, pihak Polsek menghimbau agar kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur.
Karena peristiwa bertepatan dengan momen persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Kasat Reskrim Polres Kotim tengah disibukkan oleh agenda pengamanan peringatan kemerdekaan. Penanganan kasus ini dijadwalkan akan ditindaklanjuti secara intensif setelah rangkaian peringatan HUT RI selesai.
Meski demikian, respon cepat ditunjukkan oleh jajaran TNI. Anggota Danpos Cempaga Hulu 1015-06/Cempaga langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Di lapangan, petugas membenarkan adanya aktivitas pemanenan buah kelapa sawit secara ilegal tersebut.
Berdasarkan keterangan sementara di lokasi, salah satu dari kelompok OTK tersebut mengaku bertindak atas perintah seorang warga Desa Pelantaran berinisial RM.
Atas kejadian ini, korban mengambil langkah hukum untuk menuntut keadilan. Kasus pemanenan liar dan pengrusakan portal ini kini resmi ditangani oleh kuasa hukum korban, Talitha Septerithani Satu, S.H. Pihak kuasa hukum berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas para pelaku beserta dalang di balik aksi penjarahan tersebut.
(Umar k)
280 total views, 280 views today






