Petani Cipelem Kabupaten Brebes Keluhkan Tarif Sewa Mesin Pemanen Padi Bantuan Pemerintah Mahal

Petani Cipelem Kabupaten Brebes Keluhkan Tarif Sewa Mesin Pemanen Padi Bantuan Pemerintah Mahal

indopers.net |Brebes (Jateng) – Sejumlah petani di Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mengaku kecewa dengan pengelolaan bantuan mesin pemanen padi atau combine harvester yang disebut warga sebagai combat.

Kekecewaan tersebut muncul karena tarif penggunaan mesin bantuan dari Dinas Pertanian Brebes itu dinilai masih cukup mahal dan dianggap tidak jauh berbeda dengan tarif mesin pemanen padi milik pihak komersial.

Salah seorang petani Desa Cipelem, Kasanudin, mengatakan biaya sewa mesin pemanen padi tersebut mencapai Rp600 ribu untuk setiap seperempat bau lahan.

Menurutnya, tarif tersebut dinilai cukup membebani petani karena bantuan alat pertanian dari pemerintah diharapkan dapat membantu menekan biaya saat musim panen.

“Adanya bantuan combat atau mesin pemanen padi terlalu terbebani, pasalnya biaya sewa mahal per seperempat bau nya Rp.600,RB rupiah, sama seperti biaya combat comersil pada umunya. Harapannya bisa lebih murah,” ujar Kasanudin, Jumat (31/7/2026).

Kasanudin menyampaikan agar tarif penggunaan mesin pemanen padi bantuan tersebut dapat ditinjau kembali agar lebih terjangkau dan memberikan manfaat bagi petani di Desa Cipelem.

Sementara itu, Kepala Desa Cipelem, Rakhmanto mengatakan, pengurus kelompok tani agar dapat mengelola bantuan mesin pemanen padi dari pemerintah secara transparan.

Menurutnya, pengelolaan bantuan tersebut perlu dilakukan secara terbuka agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para petani.

“Jika dalam pengelolaannya mendapatkan keuntungan bisa memberikan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada pemdes dan kepengurusan kelompok tani,” katanya.

Rakhmanto juga berharap adanya keterbukaan dalam pengelolaan bantuan tersebut, termasuk apabila terdapat keuntungan dari penggunaan mesin pemanen padi.

Dengan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, bantuan alat pertanian dari pemerintah diharapkan mampu mendukung kebutuhan petani serta membantu meringankan biaya panen.

Bendahara UPJA Karya Mandiri Cipelem mengatakan, dirinya tak diberdayakan dalam kelompok tani tersebut, apalagi terkait harga sewa combat tak pernah tahu.

‘Saat ini saya tidak mengetahui tentang sewa harga combat ke petani, seharusnya sebagai Bendahara harus tahu dan dilibatkan tentang menejemen sewa combat bantuan dari Pemerintah”. ujarnya

( Jrd ).

 54 total views,  54 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *