Sisir 4 SPBU di Baamang, Polisi Pastikan Tak Ada Gejolak Pasca Penyesuaian Harga BBM

Sisir 4 SPBU di Baamang, Polisi Pastikan Tak Ada Gejolak Pasca Penyesuaian Harga BBM

indopers.net | Sampit (Kalteng) – Jajaran Polsek Baamang, Polres Kotawaringin Timur (Kotim), bergerak cepat memantau situasi di lapangan pasca-penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Monitoring dilakukan secara serentak di empat SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Baamang pada Rabu pagi (06/05/2026).

Langkah antisipasi ini diambil menyusul adanya perubahan harga untuk jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Lokasi Monitoring SPBU
Petugas menyisir empat titik strategis di wilayah Baamang guna memastikan keamanan dan ketertiban:
SPBU 64.743.02 Nur Ain: Jl. Tjilik Riwut Km 2,5, Kel. Baamang Barat.
SPBU 63.743.01 PT. Fatullah (Samekto): Jl. Tjilik Riwut Km 5,5, Kel. Baamang Hulu.
SPBU 64.743.12 PT. Lampang Karya Abadi (KM 8): Jl. Tjilik Riwut Km 8, Kel. Baamang Hulu.
SPBU 64.743.018 PT. Montana Ratu Nagasari: Jl. Hasan Mansyur, Kel. Baamang Tengah.

Situasi Terkini: Antrean Terpantau Wajar
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya gejolak maupun aksi protes dari masyarakat terkait penyesuaian harga tersebut. Meski demikian, terpantau adanya antrean kendaraan roda dua dan roda empat, khususnya pada jalur pengisian Pertalite dan Pertamax.
Pihak pengawas SPBU menegaskan bahwa antrean tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok.

“Jatah stok BBM dari Pertamina ke setiap SPBU dipastikan normal dan tidak ada pengurangan. Antrean terjadi murni karena keterlambatan pengiriman dari depo. Truk tangki belum bongkar, jadi masyarakat menunggu di lokasi,” jelas salah satu pengawas SPBU.

Penjelasan Kapolsek Baamang
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani, S.K.M., S.H., M.M., M.H., CCPA., CATA., menegaskan bahwa situasi di wilayahnya tetap kondusif.

“Hasil monitoring di Baamang tidak ada gejolak dan tidak ada penolakan. Antrean yang terjadi adalah faktor teknis distribusi, bukan karena kelangkaan. Stok dari Pertamina tetap normal,” ujar Iptu Helmi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak mengalami perubahan.

Pertalite: Harga tetap (tidak naik).
BBM Nonsubsidi: Mengalami penyesuaian harga.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mengantre dengan tertib. Segera laporkan kepada pihak berwajib jika menemukan adanya praktik kecurangan atau ‘permainan’ di lapangan,” tegasnya.

(Umar k/Hms)

 199 total views,  3 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!