Jarak Pandang di Sungai Mentaya Menurun, Penyeberangan Tinduk-Terantang Mulai Terdampak Kabut
indopers.net | Sampit (Kalteng) – Memasuki awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kondisi cuaca mulai menunjukkan perubahan signifikan. Pada Sabtu (2/5/2026) pagi, kabut tipis mulai menyelimuti jalur sungai, yang berdampak pada menurunnya jarak pandang di lintasan penyeberangan sungai.
Kondisi ini terpantau jelas di jalur penghubung antara Dermaga Penyeberangan Desa Tinduk menuju Dermaga Desa Terantang, Kecamatan Seranau. Para motoris perahu penyeberangan dan warga yang melintas melaporkan bahwa jarak pandang menjadi lebih terbatas dibandingkan hari-hari biasanya.


Poin Penting di Lapangan:
Waktu Kejadian: Sabtu pagi, 2 Mei 2026.
Lokasi: Jalur sungai antara Desa Tinduk Kecamatan Baamang dan Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Penyebab: Fenomena kabut pagi yang umum terjadi saat memasuki musim kemarau di sepanjang aliran sungai besar di Kalimantan Tengah.
Dampak: Para motoris perahu klotok harus lebih waspada dan mengurangi kecepatan demi keselamatan penumpang.
Himbauan Keselamatan
Pemerintah setempat dan pihak terkait biasanya menghimbau agar warga yang beraktivitas di sungai, khususnya pada pagi hari, untuk:
Menyalakan lampu penerangan atau tanda pada perahu.
Mengurangi kecepatan saat melintasi area dengan jarak pandang terbatas.
Selalu menyediakan alat keselamatan seperti pelampung di atas sarana transportasi air.
Meski jarak pandang menurun, aktivitas ekonomi masyarakat dari Desa Tinduk ke Desa Terantang terpantau tetap berjalan dengan pengawasan mandiri dari para penyedia jasa penyeberangan. Warga berharap kemarau tahun ini tidak disertai dengan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar jalur transportasi air tetap aman dilalui.
(Umar k)
872 total views, 9 views today






