Di Tengah Harga Melambung Pangkalan Alif Jaya PT. Nusantara Pinoh, Jadi Teladan Penyaluran LPG 3Kg Subsidi Tepat Sasaran di Melawi.
indopers.net | Melawi (Kalbar) – Di tengah himpitan ekonomi yang kian menekan masyarakat kecil, sebuah praktik mulia ditunjukkan oleh Pangkalan Alif Jaya. Terletak di Jl. Provinsi Kota Baru KM 3, pangkalan ini muncul sebagai “pahlawan ekonomi” bagi warga Kabupaten Melawi dengan konsistensi menjual Gas LPG 3kg bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 21.000.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan tim Indopers.net, kehadiran Pangkalan Alif Jaya menjadi bukti nyata bahwa integritas dalam menyalurkan subsidi pemerintah masih ada. Di saat pangkalan lain diduga melakukan praktik spekulasi harga, Alif Jaya justru memilih untuk setia pada aturan dan membantu meringankan beban masyarakat menengah ke bawah.
Minggu Siang,(15/2/2026).
Inspirasi di Balik Harga Standar
Pengelola Pangkalan Alif Jaya memahami betul arti kata “subsidi”. Bagi mereka, gas melon bukan sekadar komoditas dagang, melainkan amanah negara untuk rakyat miskin. Dengan menjaga harga di angka Rp 21.000, pangkalan ini memberikan ruang bernapas bagi dapur warga yang saat ini sedang tercekik kondisi ekonomi yang tidak menentu.

”Ini adalah contoh nyata bagaimana seharusnya pangkalan gas bergerak. Mereka tidak hanya mencari untung, tapi memberikan solusi bagi masyarakat sekitar,” ujar salah satu warga yang mengapresiasi keterbukaan harga di pangkalan tersebut.
Kontras Pahit: Desakan Tegas kepada Pihak Berwenang
Keberhasilan Pangkalan Alif Jaya dalam menerapkan harga standar justru memperlihatkan sisi gelap distribusi gas melon di wilayah lain di Kabupaten Melawi. Temuan tim investigasi mengungkap fakta miris: masih banyak pangkalan di tengah kota yang menjual gas subsidi tersebut dengan harga mencapai Rp 35.000 sampai RP 40000 per tabung, sangat menin das masyarakat.
Menyikapi ketimpangan ini, masyarakat dan pemerhati kebijakan publik mendesak tindakan nyata dari:
Polres Melawi & Polda Kalimantan Barat: Untuk melakukan penindakan hukum terhadap oknum pangkalan nakal yang melakukan praktik “permainan harga” di atas HET.
Disperindag Kabupaten Melawi: Agar turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan ketat dan tidak membiarkan masyarakat terus-menerus dirugikan.
Pertamina MIGAS: Untuk segera mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin bagi pangkalan yang terbukti melanggar aturan distribusi subsidi.
Harapan untuk Masa Depan
Pangkalan Alif Jaya diharapkan bisa menjadi pilot project atau contoh bagi pangkalan-pangkalan lain di seluruh Kalimantan Barat. Integritas mereka membuktikan bahwa bisnis tetap bisa berjalan berdampingan dengan misi kemanusiaan.
Sudah saatnya seluruh pangkalan gas LPG 3kg kembali ke komitmen awal: Subsidi untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk memperkaya segelintir orang.
Kami tidak akan segan untuk mengawal masalah ini hingga ke tingkat nasional jika tidak ada perubahan signifikan dalam 24 jam ke depan.
Negara harus hadir. Pertamina jangan tutup mata. Aparat jangan biarkan rakyat menderita sendiri
(Investigasi di Lapangan)
J.Saragih.
105 total views, 105 views today






