Mahasiswa Menggeruduk Polrestabes Surabaya, Setelah Kepung Polda Jatim.

indopers.net | Surabaya – Massa aksi tersebut mendatangi kantor Polrestabes Surabaya, setelah sebelumnya melakukan demo di depan Polda Jatim.
Selama di Polda Jatim, massa aksi menyampaikan tuntutan. Tak sedikit di antara mereka yang juga meneriakkan kekecewaan akan sikap dan tindakan polisi yang represif terhadap masyarakat yang berunjuk rasa.
Massa aksi membentangkan spanduk kemarahan yang bertuliskan Polisi Pembunuh Rakyat, Bebaskan Kawan Kami, hingga All Cops Are Bastard (ACAB). Selain itu, mereka juga mengibarkan bendera kampus Masing-masing.
Beberapa coretan juga terlihat di pagar Polda Jatim, seperti pilok bertuliskan Pembunuh hingga 1312.
Seperti diketahui, mahasiswa yang turun aksi dalam demonstrasi bertajuk Reformasi Polri di Surabaya hari ini, berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), UPN Veteran Jatim, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), hingga Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Tuntutan Aksi:
1. Mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.
2. Usut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan driver ojek Oonline.
3. Bebaskan seluruh masa aksi yang ditahan oleh aparat kepolisian.
4. Mendesak reformasi total institusi kepolisian.
5. De-Militarisasi Polri.
6. Transparansi polisi dalam penanganan perkara pidana.
7. Usut tuntas Tragedi Kanjuruhan.
Ribuan Massa Aksi BEM Nusantara Kepung Polda Jatim
Ribuan massa aksi dari berbagai kampus di Surabaya yang tergabung dalam BEM Nusantara melangsungkan aksi demonstrasi di depan Polda Jatim, pada Sabtu (30/8/2025).
Ribuan massa aksi tersebut mengenakan almamater masing-masing, seperti UIN sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, hingga beberapa elemen masyarakat.
Pantauan awak media indopers.net, massa aksi mulai berjalan mengepung pintu masuk Polda Jatim mulai pukul 12.00 WIB. Mereka berjalan sambil menyanyikan lagu Mars Mahasiswa, Totalitas Perjuangan hingga Darah Juang.
Aksi tersebut, menggaungkan Reformasi Polri dengan membawa tujuh tuntutan.
Tuntutan tersebut, di antaranya, pertama, mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.
Kedua, usut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya Almarhum Affan Kurniawan Driver Ojol.
Ketiga, bebaskan Seluruh masa aksi yang di tahan oleh aparat kepolisian.
Keempat. Mendesak Reformasi Total institusi kepolisian. Kelima, demilitarisasi polri. Keenam, transparansi polisi dalam penanganan perkara pidana, dan ketujuh usut tuntas tragedi kanjuruhan.
Sebelum mereka melakukan demonstrasi, sebagian mahasiswa kumpul di depan kampus UINSA A. Yani. Sebagian lagi kumpul di depan Universitas Bhayangkara dan UNESA Ketintang. (mansur)
81 total views, 81 views today