Harga Daging Sapi di Pasar Parung panjang Tembus Rp 140/Kg Jelang Ramadan

indopers.net | Parungpanjang /Bogor (Jabar) – Jelang bulan Ramadan, harga daging sapi hingga cabai di pasar tradisional Parung panjang mengalami lonjakan. Bahkan harga daging sapi tembus Rp 140 ribu per kilogram.
H.une pedagang daging sapi, mengatakan sejak beberapa hari terakhir harga daging sapi merangkak naik dari yang semula Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram.
“Dari kemarin naik, sekitar Rp 10 ribu per hari kenaikannya. Puncaknya sekarang harga sudah di angka Rp 140 ribu per kilogram. Naiknya sekitar Rp 10 ribu dari harga normal,” kata dia di Pasar Parung, Jumat (28/2/2025).
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan musiman yang terjadi saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Biasanya harga sapi mentoknya menjadi Rp140,tidak akan naik lagi. Kondisi ini memang sering terjadi menjelang bulan puasa ini dan lebaran. Karena kan dari distributornya juga naik,” kata dia.
salah seorang pedagang daging sapi, mengatakan kenaikan harga daging sapi tersebut tidak memberikan keuntungan bagi pedagang. Pasalnya penjualan menjadi turun.
“Memang harga naik, tapi bukan berarti jadi untung. Kan dampaknya pembeli jadi berkurang,” kata dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, kenaikan harga daging hanya akan mentok di Rp 140 ribu per kilogram. “Kalau naik lagi khawatir konsumen kabur. Sekarang saja omset sudah turun ke Rp 5 juta, dari yang bisanya bisa dapat Rp 10 juta,” kata dia.
Pedagang Pasar Parung panjang mengatakan selain harga daging, harga cabai juga mengalami kenaikan. Cabai tanjung misalnya, yang semula Rp 60 ribu per kilogram naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram.
“Memang banyak komoditas yang naik. Untuk saat ini yang sudah naik daging sapi dan cabai,” kata dia.
“Kenaikan ini bukan karena stok berkurang. Tapi memang permintaan naik jelang Ramadan, jadi kenaikan harga musiman. Biasanya tidak akan lama, hanya beberapa hari,” kata dia menambahkan.
(Sopiyan A/m.supiani (Otoy)
46 total views, 46 views today