Sektor Pariwisata Ujung Pandaran Menjerit, Pemadaman Listrik Sepekan Paksa Pelaku Usaha Merugi Demi Solar Genset
indopers.net | Kotawaringin Timur (Kalteng) – Keluhan terkait pemadaman listrik yang berkepanjangan datang dari pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.
Salah satunya diungkapkan oleh pengelola objek wisata Kemp Kobe’s yang berlokasi di kawasan pesisir Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, pemadaman listrik secara sporadis di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur ini diketahui sudah berlangsung selama sepekan penuh, terhitung sejak Senin (22/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026) kemarin.
Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas produktif masyarakat serta memukul sektor usaha lokal yang tengah berupaya bangkit.
Saat dijumpai oleh awak media Indopers.net pada Senin (29/06/2026), Pemilik (Owner) Kemp Kobe’s, Joni, menuturkan bahwa pemadaman terjadi setiap hari tanpa pandang bulu.
Hal ini menjadi kendala besar karena mayoritas fasilitas vital di tempat usahanya sangat bergantung penuh pada ketersediaan daya listrik.
“Selama pemadaman listrik dari hari Senin 22 Juni kemarin sampai hari Minggu 28 Juni 2026, pemadaman itu terjadi setiap hari.
Padahal, mesin pompa air, kipas angin, AC, dan kulkas di sini sangat butuh listrik,” ujar Joni dengan nada kecewa.
Joni menambahkan, situasi paling krusial dan mengkhawatirkan terjadi pada malam hari.
Pemadaman listrik seringkali berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, yang seketika membuat kawasan wisata pantai tersebut menjadi gelap gulita.
Demi menjaga kenyamanan, kepuasan, serta keamanan para pengunjung (konsumen) yang datang menginap, Joni terpaksa memutar otak dengan mengoperasikan mesin genset sebagai sumber penerangan alternatif.
Namun, langkah darurat ini berimbas langsung pada membengkaknya biaya operasional akibat tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kalkulasi Pembengkakan Biaya Operasional Kemp Kobe’s:
Konsumsi Harian: 3 jerigen solar per hari setiap kali terjadi pemadaman.
Total Konsumsi Sepekan: Habis membakar 21 jerigen solar dalam kurun waktu 7 hari terakhir.
“Supaya terang dan demi menjaga kenyamanan pengunjung, saya harus beli BBM solar untuk minyak mesin genset.
Dalam seharinya, setiap pemadaman menghabiskan 3 jerigen solar. Semenjak pemadaman ini, total sudah menghabiskan 21 jerigen,” keluh Joni.
Masyarakat dan para pelaku usaha di Kecamatan Teluk Sampit kini menaruh harapan besar agar pihak terkait, khususnya PT PLN (Persero), dapat segera mengidentifikasi sekaligus mengatasi gangguan jaringan ini.
Mereka mendesak agar pasokan listrik kembali normal, sehingga roda perekonomian dan sektor pariwisata andalan di Ujung Pandaran tidak terus-terusan dicekik oleh biaya operasional tambahan yang menguras kantong.
(Umar k)
332 total views, 111 views today






