Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Menerapkan Konsep Pentahelix Dalam Membangun Pendidikan Yang Berkualitas.
indopers.net | Sidoarjo (Jatim) – Dunia Pendidikan selalu diwajibkan melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Seperti yang di lakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo dengan memahami konsep Pentahelix yaitu bersinergi, kerja sama dengan lima elemen utama, yakni akademisi, pengusaha/industri, komunitas, pemerintah dan media masa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd saat membuka kegiatan ‘Studi Baseline: Data Pendidikan INOVASI 2026’, pada (14/1/2026) siang di Luminor Sidoarjo.
Lebih lanjut, Kadis Dikbud menerangkan, dengan akademisi karena perlu riset dengan pengembangan, dengan dunia udaha dan industri untuk kegiatan yang tidak menggunakan dana pemerintah. Juga dengan komunitas, termasuk di komunitas INOVASI (Inovasi untuk Sekolah Anak Indonesia) ini.
Hasil peningkatan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Kumputer), khusus anak dalam hal literasi dan numerasi hasilnya sangat luar biasa. “Harus kita akui, itu semua berkat support dan jasanya INOVASI,” terang Tirto Adi.
Setelah itu, baru pemerintah ditempatkan pada elemen ke empat. Jadi kami wakil pemerintah di bidang pendidikan, sehingga diskusi-diskusi semacam ini sangat penting sekali. “Makanya jangan kawatir kerja sama dan suppor semacam ini pasti akan berkelanjutan,” ucap Tirto.
Perlu diketahui, bahwa kami telah menyusun tentang standar BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) personalnya juga kami ambilkan dari INOVASI.
“Makanya saya sangat berterima kasih dengan kehadiran INOVASI. Karena telah memberikan support yang luar biasa terhadap pembangunan pendidikan Sidoarjo,” ucap Tirto Adi yang didampingi Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Nanik Sumarviati, M.Pd.
Konsep, atau pilar yang terakhir adalah media, yang berfungsi untuk membangun kesadaran kolektif. Betapa dahsyat peran media untuk mensosialisasikan program-program yang baik dari dunia pendidikan.
“Pilar media mempunyai daya sebar, dan daya jangkauan sangat luar biasa sekali. Makanya saya melalui kepala sekolah kalau punya kegiatan yang baik bisa disebarkan melalui media. Agar proses kemajuan dunia pendidikan bisa terlihat oleh masyarakat,” tegas Pak Tirto_sapaan akrabnya.
Sementara itu, Provincial Manager INOVASI Jatim M. Andri Budi juga mengatakan kalau tujuan kegiatan seperti ini adalah untuk berbagi informasi hasil pratik baik yang sudah dilaksanakan di Kabaten/Kota. Baik itu terkait kurikulum, pembelajar maupun terkait kepemimpan dan rehabilitasi di dunia pendidikan.
“Selain itu juga mencari gambaran awal, bagaimana yang terjadi di tiga kabupaten di Jawa Timur, khususnya adalah Kabupaten Sidoarjo yang sudah berjalan sejak tahun 2018,” jelasnya.
Ia katakan, kalau Baseline ini metodenya berbeda dengan yang dilakukan oleh pemerintah, yakni menggunakan ANBK. Sedangkan di Baseline menggunakan SLA (Student Learning Assessmen). “Karena metodenya berbeda, hasilnya juga berbeda,” katanya.
Kami berharap dengan data yang berbicara, semoga bapak ibu semua paham betul ternyata masih ada problema dalam pendidikan.
“Namun demikian itu menjadi cerminan pada saat membuat kegiatan kedepan. Itulah tujuan kita berkumpul hari ini, semoga kita tetap terus bersemangat,” ucap Pak Adri_sapaan akrabnya.
“Dan terima kasih atas dukungannya Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo beserja jajarannya, juga Kemenag Kabupaten Sidoarjo dan Kemenag Provinsi serta Pemprov Jatim yang terus mendukung program ini. (mbah mat)
42 total views, 42 views today






