DEBU TAMBANG PT. BUKIT ASAM DI BANGKO BARAT MENJADI KELUHAN WARGA RT. 14 TEGAL REJO LAWANG KIDUL
indopers.net | Tanjung Enim / Muara Enim (Sumsel), Kamis 3 September 2026 – Kemarau panjang yang melanda di berbagai wilayah propinsi sumatera selatan belom juga berkesudahan.
“Berbagai akibat dari kemarau panjang, banyak sekali menimbulkan berbagai bencana, kususnya bencana kebakaran, bencana penyakit sesak pernafasan atau ( Ispa)
” Beban penderitaan masyarakat tidak hanya berhenti disitu maseh gayung bersambut, masalah muncul lagi, yaitu masalah sumber air, sumur-sumur warga sudah banyak yang kekeringan dan debu yang sangat pekat, masyarakat kesusahan air bersih, dan akibatnya biaya operasional rumah tangga masyarakat bertambah.


Seperti yang di alami warga masyarakat RT.14 Tegal Rejo. Yang di sampaikan dalam acara silaturahmi dan mediasi, antara masyarakat RT.14 Tegal Rejo bersama, jajaran managemen PT.Bukit Asam. Kamis 3 September 2026.
Dalam acara mediasi dan silaturahmi, di hadiri, pemerintah setempat, camat Lawang Kidul,Kapolsek Lawang Kidul, Kepala desa Tegal Rejo, ketua BPD Tegal Rejo,Kadus 2 Tegal Rejo ketua RT 14 Tegal Rejo, dan masing-masing perwakilan warga RT 14, yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, sebagai perwakilan warga RT14.kamis 3 September 2026.
Sedangkan dari Manageman PT.Bukit Asam, hadir langsung GM, PT. Bukit Asam, Bapak Satria dan jajaran manageman Bukit Asam lainya. 3 September 2026.
Acara mediasi dan silaturahmi, dimulai pada pukul, 14.15. dan di awali kata sambutan, pengantar pertemuan mediasi dan silaturahmi, oleh Bapak satria, selaku GM. PT.Bukit Asam, mengatakan, yang pertama mengucapkan terimakasih atas kedatangan warga rt.14 dan unsur pemerintah, untuk bermediasi dan berdiskusi, dan selanjutnya mempersilahkan kepada semua yang hadir dan semua perwakilan dari warga RT.14 untuk menyampaikan pendapat dan keluhan yang sedang terjadi di RT.14 katanya. Kamis 3 September 2026.
Bapak Hamal Utasi, mewakili masyarakat warga RT.14, menyampaikan, masyarakat kususnya RT, 14, meminta kepada pihak PT.Bukit Asam, apapun caranya, mulai besok dan seterusnya jangan sampai debu-debu itu ada di RT.14, karena sangat merugikan, dan yang menikmati hasil penambangan, justru orang lain, kita cuma menikmati debu sebagai sumber penyakit kata opa panggilan beliau sehari harinya. Kamis 3 September 2026.
Perwakilan yang lain, Bapak Abrianto juga menyampaikan, amanah warga RT.14.beliau mengharapkan, stockfile yang dekat dengan perumahan warga untuk di pindahkan jauh-jauh, bukan hanya di geser, harapan acara mediasi ini, bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan, yang di harapkan oleh warga RT.14, bila mana dalam acara mediasi ini tidak, ada kesepakatan, maka tuntutan warga RT.14, akan di ajukan melalui, pemerintah kabupaten, bahkan bisa ke presiden tuturnya kamis 3 September 2026
Kepala desa Tegal Rejo Bapak Teguh Priono, juga menyampaikan langsung tentang keluhan warga Tegal Rejo RT.14, dan kususnya masyarakat Tegal Rejo, permasalahan ini, sebenarnya, permasalahan lama, kaset baru, ketika hujan masalah banjir, ketika kemarau masalah debu, kepala desa Tegal Rejo juga meminta kepada, PT.Bukit Asam, lebih memprioritaskan masalah yang berhubungan dengan warga, apa lagi hal-hal yang sudah di janjikan dan di sepakati bersama warga,dan masyarakat yang kena dampak debu,selain RT.14, ada RT.5, RT.6.rt.10.rt.11. wilayah RT ini semuanya langsung perbatasan dengan mulut tambang, kena dampak langsung debu tambang, ungkapnya. Kamis 3 September 2026.
Bapak Edi gunawan ketua RT.14 Tegal Rejo juga mengutarakan amanah warga, sekaligus sebagai ketua RT.14, yang pertama mohon maaf kepada Polsek lawang kidul, karena ada beberapa warga RT.14, telah memasuki kawasan tambang secara spontan, maksud warga memasuki kawasan tambang, bukan bermaksud, menganggu kegiatan tambang atau menyetop kegiatan penambangan, namun kepingin melihat apa yang terjadi di tambang, karena debu yang keluar dari tambang sangat tebal dan masuk ke permukiman warga.
Ketua RT.14 juga meminta kepada PT.Bukit Asam, untuk memprioritaskan permintaan warga dari permasalah debu ini, memang luar biasa dampaknya, mohon secepatnya di atasi, sesuai tuntutan warga, dan secepatnya, memberi bantuan untuk kebutuhan warga, ungkapnya kamis 3 September 2026
Bapak Satria, GM, PT.Bukit Asam, menangapi semua yang di sampaikan warga RT.14 Tegal Rejo dan semua peserta yang hadir di acara, mediasi silaturahmi, terimakasih telah menyampaikan, permasalahan yang ada di Tegal Rejo RT.14, tentang permasalahan debu tambang.
Pemindahan stockfile, tidak mungkin dilakukan tempo waktu yang singkat, karena membutuhkan, perencanaan, musyawarah dan prosedur jangka waktu yang panjang, dan kami dari PT.Bukit Asam, tentang dampak debu, sudah melakukan banyak upaya, salah satunya dengan pemasangan jaring, namun belom maksimal, dan kami terus tetap berupaya menanggulangi dampak debu.
” untuk sementara kegiatan tambang yang berpotensi debu berlebihan, secara langsung saya meminta untuk di stop, masalah kesehatan warga, juga akan menjadi prioritas kami, RS BAM akan di minta menambah waktu pelayanan kesehatan di Tegal Rejo. Masyarakat juga di minta menyampaikan keluhan langsung melalui WhatsApp pak GM yang sudah disebutkan di acara mediasi ini.
Kami juga akan menyiapkan bantuan, yang menjadi keluhan ibu-ibu, dan menginstruksikan, bidang reklamasi penghijauan di tempat mediasi, saat itu juga, untuk penanaman pohon di pinggir tambang sebagai filter udara dan debu, jawaban langsung pak Satria, GM, PT.Bukit Asam kepada peserta mediasi. kamis 3 September 2026. (Fanjari)
79 total views, 5 views today






