Jeritan Desa Nanga Tikan”Kesadaran Karhutla Tinggi, Tapi Terjepit Anggaran dan Krisis Ekonomi.
indopers.net | Sintang {Kalbar} – Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) TNI Wilayah Kayan Hilir yang dipimpin oleh Brigjen TNI M. Zamroni menggelar penyuluhan pencegahan dan pengendalian Karhutla di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan edukasi ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, perwakilan dusun, Ketua Adat Desa Nanga Tikan, Bajang, serta jajaran Tim Satgas TNI meliputi Kolonel Laut (Kh) Chumaedy, Kolonel Kes Robbi Madolin, dan Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir, Sertu Daniel.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Nanga Tikan, Kasriyadi, menegaskan komitmen warga dalam menjaga wilayahnya dari ancaman api. Meski kasus kebakaran tahun ini menurun dibanding tahun lalu berkat tingginya kesadaran masyarakat, ia menggarisbawahi, tiga kendala utama yang membayangi upaya pencegahan Karhutla berkelanjutan.

Ketiadaan Anggaran Khusus dan Operasional Satgas Desa kini tidak lagi memiliki alokasi anggaran tanggap darurat untuk pembentukan Satgas Karhutla ,maupun pemeliharaan alat pemadam. Upaya pencegahan selama ini bergantung pada swadaya masyarakat yang kapasitasnya sangat terbatas.


Ancaman Api Impor dan Keterbatasan Sarana Kekhawatiran terbesar warga adalah potensi perambatan api dari luar wilayah desa. Desa Nanga Tikan membutuhkan bantuan konkret dari pemerintah pusat/daerah dan pihak terkait berupa perkuatan sarana pemadaman serta koordinasi pencegahan lintas wilayah.
Tekanan Ekonomi dan Masalah Ketahanan Pangan Pencegahan Karhutla tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi warga. Saat ini, petani sawit dan karet di Nanga Tikan mengalami kesulitan akibat terbatasnya kapasitas penyerapan pabrik dan tempat penampungan. Warga harus membagi fokus antara menjaga lingkungan dan memperjuangkan mata pencaharian mereka.
Perlu ada keseimbangan antara perlindungan lingkungan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Gotong royong warga tetap ada, tetapi untuk aksi pencegahan yang berkelanjutan, dukungan anggaran, sarana, dan solusi ekonomi mutlak diperlukan,” tegas Kasriyadi.
Inisiatif Ada, Dana Nihil!Masyarakat Desa Nanga Tikan memiliki kesadaran tinggi, namun pencegahan Karhutla terancam berhenti di tengah jalan akibat tidak adanya pos anggaran penanggulangan bencana di tingkat desa.Desakan Bantuan Pemerintah: Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga intervensi nyata berupa bantuan alat pemadam dan dukungan operasional Satgas.
Solusi Harus Sistemik: Penanganan Karhutla tidak akan tuntas jika masalah ekonomi petani lokal (penyerapan hasil sawit & karet) tidak diselesaikan terlebih dahulu. (j.s)
105 total views, 6 views today






