Klaster Mewah Lapas Cibonong Dibiayai Warga Binaan Ungkap Rudi Setiawan Irjen Kemenimipas

Klaster Mewah Lapas Cibonong Dibiayai Warga Binaan Ungkap Rudi Setiawan Irjen Kemenimipas

indopers.net | Jakarta – Hasil investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Imipas) menemukan terdapat 21 bangunan di luar area Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Cibinong, 13 di antaranya tidak tercatat dalam sistem manajemen Barang Milik Negara (BMN).

“Bangunan-bangunan yang berada di luar area lapas bagian luarnya, masih dalam lingkup Lapas Cibinong itu kami menemukan ada 21 bangunan, 8 diantaranya bangunan terdaftar dan terdata di sistem manajemen Barang Milik Negara,” kata Rudi Setiawan Irjen Kemenimipas di Jakarta, seperti dilaporkan Senin (5/10/2026).

Menurut dia, delapan bangunan terdata itu di antaranya adalah rumah kalapas, rumah kasubsi keamanan, dan kasubsi registrasi.

Kemudian ada wisma asimilasi yang digunakan oleh warga binaan yang sedang melakukan asimilasi, lalu tiga kontainer, dan satu bangunan yang tidak disebutkan peruntukkannya.

“Itu semua tercatat, tiga kontainer juga itu terdaftar. Totalnya ada 8 bangunan,” ujarnya.

Sedangkan 13 bangunan lainnya, kata dia, merupakan bangunan yang ditemukan dalam sidak Ombudsman RI pada Rabu (22/9/2026), berstatus tidak terdaftar di BMN.

Dia merincikan, 13 bangunan itu terdiri atas, dua bangunan yang berdiri menghadap ke sungai, posisi paling belakang, sebelah kanan. Kemudian, delapan bangunan berpagar hitam, lalu tiga bangunan dijadikan tempat istirahat petugas jaga.

Rudi menyebut bangunan di area luar Lapas Cibinong dibangun tahun 2023, dibangun dari swadaya warga binaan yang diperuntukkan bagi rumah pegawai.

Meski peruntukkannya untuk rumah pegawai, tetapi keberadaannya tidak tercatat di BMN.

Pada saat pergantian Kalapas tahun 2023, dilakukan renovasi terhadap bangunan tersebut pada tahun 2025 dan selesai awal 2026.

“Bangunan tersebut juga tidak menggunakan anggaran negara sehingga tidak dapat dicatatkan, termasuk perabotan yang berada di dalamnya tidak menggunakan uang negara,” ucapnya.

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Didanai Napi, Salah Satunya Indra Kenz

Hasil investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Imipas) menemukan tiga kontainer yang ditemukan di luar area Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Cibinong, tercatat dalam Barang Milik Negara (BMN). Namun, fasilitas yang berada di dalamnya didanai oleh warga binaan salah satunya Indra Kesuma atau Indra Kenz.

Tiga kontainer tersebut termasuk dari 21 bangunan di luar area Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Cibinong,. Itjen Imipas menyebutkan, 13 di antaranya tidak tercatat dalam sistem manajemen Barang Milik Negara (BMN).

Adapun terkait temuan simulator golf saat sidang Ombudsman RI, Rudi Setiawan Irjen Kemenimipas mengatakan wujudnya belum berbentuk simulator golf, baru akan dibangun.

“Berdasarkan keterangan diperoleh oleh pekerja, dan kami menemukan itu bekas-bekas yang sudah dibersihkan, ketika Pak Menteri datang, sudah tidak ada (simulator golf), dan sumber dananya dari warga binaan,” terangnya, seperti dilaporkan, Senin (5/10/2026).

Rudi juga membenarkan temuan mobil mewah yang terparkir di hunian area Lapas Cibinong adalah mobil pengunjung yang berencana untuk bertemu dengan warga binaan, salah satunya yang ada di mobil sebelahnya rumah Pak Jimmy Masrin, warga binaan Pak Heru,” terangnya.

Terkait adanya fasilitas kolam berenang di Lapas Cibibong, Rudi mengatakan warna biru yang terlihat bukanlah kolam renang, tetap kotoran sapi.

“Kami menerangkan kolam renang itu tidak ada di lingkungan tersebut. Yang biru-biru itu untuk kotoran sapi itu salah lihat saja, kami melihat di sana tu bukan untuk kolam renang,” kata Rudi (Edi J)

 16 total views,  16 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!