Yayasan ALFAKIR dan Alumni STM Camp Java, Wisata Religi ke Masjid Agung Banten Diikuti dengan Santunan Anak Yatim
indopers.net | ANYER (Banten) – Acara family gathering berbahasa tema wisata religi road dan santunan yayasan yatim piatu ALFAKIR BANTEN digelar di Villa Retno COTTAGE 1 Anyer pada Minggu (11/1/2026), berkolaborasi dengan alumni STM Camp Java, kegiatan dimulai hari sabtu tanggal 10 Januari dengan wisata religi road ke Masjid Agung Banten.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Haji Fadhil (Ketua Acara Family Gathering Camp Java), Bapak Haji Erick (Donatur), Ustadz Jueni (Perwakilan Yayasan ALFAKIR Pandeglang), Ustadz Saefudin dan Ustadz Ajid (Perwakilan Yayasan ALFAKIR Lebak), Ustadz Ujang Supriyana, Haji Rusli (Sesepuh Camp Java), serta perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Jakarta Barat yaitu H. Wawan, Ketua, Melky, Sekretaris dan Sendy Bendahara
Ustadz Ujang Supriyana menyampaikan. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kepada seluruh hadirin yang terhormat, Ketua Acara Haji Fadhil, Bapak Donatur Haji Erick, Ketua Yayasan ALFAKIR Kyai H. Tb Debih Setiawan S.PdI, para perwakilan yayasan dari Pandeglang dan Lebak, sesepuh Camp Java Haji Rusli, perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia, serta seluruh keluarga besar alumni STM Camp Java dan saudara-saudari yang telah berkumpul di sini hari ini dalam rangkaian acara family gathering dengan tema wisata religi road ke Anyer dan Masjid Agung Banten, sekaligus santunan untuk anak-anak yatim piatu dari Yayasan ALFAKIR Banten.
Pada kesempatan yang penuh berkah ini, izinkan saya untuk menyampaikan tentang pentingnya peran kita bersama dalam menyayangi, mendidik, dan mengasuh anak-anak yatim di tengah masyarakat kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda bahwa orang yang merawat anak yatim akan berada di surga berdampingan bersama anak yatim, bahkan jika hanya dengan satu sendok makan saja yang diberikan kepada mereka. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan yang Allah SWT janjikan bagi setiap orang yang mau memberikan perhatian kepada anak-anak yang kehilangan orang tua atau dalam kondisi kurang mampu.
Anak-anak yatim bukan hanya tanggung jawab keluarga mereka sendiri atau yayasan yang menangani mereka, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat Islam. Kita tidak hanya perlu memberikan bantuan materi seperti makanan, pakaian, tetapi juga perhatian kasih sayang yang mendalam, pendidikan agama yang benar, serta pembinaan karakter agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. Saat kita mendidik dan mengasuh anak yatim dengan penuh keikhlasan, insyaallah hidup kita akan terlumuri berkah dari sisi Allah SWT, rejeki akan dipermudah, hati akan menjadi lebih tenteram, dan kita akan mendapatkan kebaikan yang tidak terhingga baik di dunia maupun akhirat.
Kita juga harus menyadari bahwa setiap anak yatim memiliki potensi besar yang perlu digali dan dengan memberikan dukungan yang tepat, kita membantu mereka untuk mencapai cita-citanya dan menjadi orang yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jangan pernah kita meremehkan mereka atau melihat mereka sebagai beban, karena justru melalui mereka, kita diberi kesempatan untuk mengumpulkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Marilah kita jadikan acara ini sebagai momentum untuk semakin mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim dan semakin meningkatkan kepedulian kita terhadap anak-anak yatim serta seluruh saudara kita yang membutuhkan. Semoga Allah SWT meridhoi semua usaha kita, memberikan kesehatan dan keberkahan kepada seluruh hadirin, serta memberikan perlindungan dan kebaikan yang melimpah kepada setiap anak yatim yang kita sayangi dan rawat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Tutupnya.
Dalam kesempatan ini, Kyai H.Tb Debih SetiawanS.pdi menyampaikan..”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera dan berkah bagi kita semua. Alhamdulillah, dengan rahmat dan pertolongan Allah SWT, kita semua dapat berkumpul dalam acara yang penuh keberkahan ini, family gathering bersama alumni STM Camp Java dan santunan untuk anak-anak yatim piatu Yayasan ALFAKIR yang telah berlangsung dengan khidmat.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara ini, kepada Haji Fadhil selaku ketua acara yang telah mengatur segala sesuatunya dengan baik, kepada Bapak Haji Erick dan seluruh donatur yang telah memberikan dukungan materi yang sangat berarti, kepada para ustadz dan perwakilan yayasan dari Pandeglang dan Lebak yang telah menyempatkan diri hadir, kepada sesepuh Camp Java Haji Rusli yang selalu memberikan bimbingan dan dukungan, serta kepada perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia Jakarta Barat yang telah mau mencatat dan menyebarkan pesan kebaikan dari acara ini.
Sebelum saya membahas tentang pentingnya merawat anak yatim, izinkan saya untuk berbagi sedikit tentang perjalanan hidup saya yang tidak selalu mulus. Dahulu kala, saya bukanlah sosok yang seperti sekarang, saya pernah berada di jalan yang salah, hidup dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran agama, bahkan bisa dibilang tergolong ‘nakal’ dalam pandangan masyarakat. Saya sering menyalahgunakan waktu dan kesempatan, tidak menghargai doa dan nasihat orang tua saya, serta lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Namun, tidak ada yang terlambat untuk berubah di sisi Allah SWT. Doa yang terus-menerus dikeluarkan oleh kedua orang tua saya, meskipun saya sering menyakiti hati mereka, akhirnya sampai kepada Allah SWT dan memberikan petunjuk bagi saya untuk kembali ke jalan yang benar.
Saya selalu mengingat pesan yang pernah saya sampaikan: ‘Lebih baik pereman dulu baru jadi kyai daripada jadi kyai baru nakal.’ Saya merasa bahwa pengalaman saya yang dulu tidak baik justru menjadi berkah besar bagi diri saya sendiri dan bagi mereka yang saya bimbing sekarang. Karena saya pernah merasakan bagaimana rasanya berada di jalan yang salah, saya lebih memahami bagaimana cara membantu orang lain yang mungkin sedang terjebak dalam kesalahan untuk kembali ke jalan yang benar. Kedudukan atau gelar tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak benar-benar memahami makna dari ajaran agama yang kita anut.
Sekarang, sebagai ketua Yayasan ALFAKIR, saya melihat tugas kita dalam merawat anak yatim bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai amanah yang harus kita jalankan dengan sepenuh hati. Anak-anak yatim adalah amanah dari Allah SWT kepada kita semua. Mereka kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka, tetapi itu bukan berarti mereka harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan masa depan yang baik. Kita harus menjadi tempat perlindungan bagi mereka, memberikan bukan hanya kebutuhan materi seperti makanan, tetapi juga memberikan pendidikan agama yang kuat, pembinaan karakter yang baik, serta kasih sayang yang tulus sehingga mereka merasa diterima dan dicintai dalam keluarga besar umat Islam.
Saya juga ingin menekankan tentang pentingnya menghargai dan merawat orang tua kita. Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan semua hadirin bahwa ziarah lebih baik kita lakukan terlebih dahulu ke makam orang tua yang telah meninggal dunia, daripada kita pergi ke tempat ziarah lainnya. Apalagi jika kedua orang tua kita masih hidup di dunia ini, marilah kita manfaatkan waktu yang ada untuk memberikan kasih sayang, menghormati mereka, dan selalu mengikuti nasihat mereka. Doa orang tua adalah doa yang paling berkekuatan dan mudah dikabulkan oleh Allah SWT, seperti yang saya rasakan sendiri dalam hidup saya. Tanpa doa orang tua saya, mungkin saya masih terjebak dalam kesalahan dan tidak akan sampai pada kondisi seperti sekarang.
Yayasan ALFAKIR akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak yatim yang kita rawat. Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat, baik dalam bentuk bantuan materi maupun dukungan doa dan semangat. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang baik kepada semua pihak yang telah membantu dan akan membantu Yayasan ALFAKIR. Semoga anak-anak yatim yang kita rawat dapat tumbuh menjadi generasi yang shaleh, cerdas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Tutupnya
(sopian A)
57 total views, 11 views today






