Berawal Dari Kenakalan Anak Umur 7 Tahun, Ibu Sarah Diduga Menjadi Korban Pengeroyokan di Kabupaten Batubara.

indopers.net | Batubara (Sumut) – Sungguh keterlaluan dikarenakan kenakalan seorang anak umur 7 (tujuh tahun) ibu Hamidah dan anak nya ibu Sarah warga desa lalang, kecamatan Medang deras, kabupaten batu bara, Sumatra Utara, diduga menjadi korban pengeroyokan satu keluarga pengusaha kerang. tidak terima dengan hal tersebut ibu Sarah pun bersama keluarga membuat laporan di polres batu bara.


Nomor: STTLP/B/138/2023/SPKT/Polres batu bara /Polda Sumut tanggal 20 April 2023.
Menurut keterangan ibu Hamidah kepada wartawan, kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu 19 April 2023 berkitar pukul 6 (enam) sore.” Awal mula nya begini pak, NS bersama suami nya mendatangi Sarah di sebelah panglong kayu tempat Sarah tinggal, pinggir jalan acces road Inalum. Kemudian Dengan nada tinggi NS marah-marah dan memaki-maki sarah. melihat dan mendengar hal itu saya pun mendatangi Mereka, dan mengatakan kepada mereka ” ada apa? Janganlah begadoh–gadoh, kalau anak mu ada yang luka biarlah kami obati ” namun pada saat itu NS tetap merasa tidak terima , dengan memaki-maki saya dan malah ingin memukul saya, namun dihalangi Sarah anak saya. sehingga pada saat itulah, NS langsung menjambak rambut Sarah sampai tercabut dan suami nya pula menumbuk wajah Sarah. Hingga Sarah pun jatuh ketanah kemudian dipijak-pijak oleh NS hingga pingsan. Karna kejadian itu di pinggir jalan acces road Inalum ramai yang melihat, NS bersama suami nya pun pergi ” terang ibu hamidah.

Lanjut Hamidah ” namun tidak lama kemudian dihari itu juga, NS bersama suami membawa kedua orang tua nya dan satu orang laki-laki dengan membawa kayu, Sarah yang pada saat itu kondisi sudah pingsan, ingin saya bawa masuk kerumah saya, namun tiba-tiba NS kembali menyerang dengan menjambak rambut Sarah hingga terseret. kemudian pada saat ingin saya pisahkan , NS mengambil 5 (lima botol) bensin yang berada didepan rumah saya yang biasa saya jual , Untuk menghidupi anak dan cucu saya, bensin itu habis disiramkan kerumah saya dan badan saya.
Mungkin karena mereka lihat situasi semakin ramai banyak warga yang menyaksikan mereka pun pulang. dan saya lihat kondisi Sarah yang sudah pingsan saya pun melarikan Sarah ke rumah sakit terdekat di tempat Nomi. dan Sarah langsung di impus dua botol, namun pada saat itu kami tidak ada uang mau bayar perobatan Sarah, terpaksa KTP sebagai jaminan di rumah sakit Nomi. dan sampai saat ini KTP nya pun belum di ambil. Lalu ketika Sarah sudah agak baikan kondisi nya, kami pun langsung kepolsek pagurawan pak, untuk membuat laporan, tetapi sampai disana berkitar pukul 10 (sepuluh) malam, laporan kami tidak diterima polisi Polsek pagurawan, kata nya di suruh membuat laporan di polres lima puluh, kami orang susah yang tidak mengerti hukum, ya .. kami pun pulang dengan rasa kecewa dan bingung harus bagai mana lagi. Ke esokan hari nya pada hari Kamis 20 April 2023 berkitar pukul 1(satu) siang tiba-tiba NS dan suami nya bersama Kadus dan beberapa polisi dari Polsek pagurawan datang kerumah saya, dan situ salah seorang polisi bilang agar diselesaikan secara kekeluargaan. Namun suami NS bilang tidak mau mengeluarkan biaya perobatan. Mendengar hal itu setelah mereka semua pergi, saya dan anak saya pun pada hari itu juga pergi kepolres lima puluh membuat laporan. dan kami sekeluarga sangat berharap pelaku segera ditahan dan di proses secara hukum” tutup ibu hamidah
Selanjut nya suami NS pada saat dikonfirmasi wartawan pada hari Kamis 20 April 2023 berkitar pukul 10:00 wib pada saat di rumah ibu Hamidah mengatakan kepada wartawan dengan singkat ” saya tidak mau mengeluarkan biaya perobatan, bayar masing-masing, karna keluarga ku juga di pukul” kata suami NS, namun perkataan suami NS pada hari itu, dihadapan wartawan, Kadus dibantah oleh Rahem anak laki laki ibu Hamidah dengan mengatakan ” keluarga kalian yang menyerang membawa kayu dan memukul adek-adek ku, banyak saksi yang melihat” kata rahem.
Kapolsek Medang deras AKP Muhammad Syafi’i AS yang pada saat itu juga berada di rumah ibu Hamidah dan melihat kondisi korban (Sarah), sambil mengarahkan dua belah pihak agar diselesaikan secara kekeluargaan saja.
Kasat Reskrim polres batu bara AKP Elysa Sani Merynda pada hari Sabtu saat dikonfirmasi wartawan melalui chat wa mengatakan ” laporan baru dibikin 20 April pak, masih kami proses, mohon sabar” tegas nya. (rudi)
528 total views, 1 views today