Operasi Keselamatan Maung Hari Kelima, Satlantas Polresta Tangerang Masifkan Teguran Humanis dan Penindakan ETLE

Operasi Keselamatan Maung Hari Kelima, Satlantas Polresta Tangerang Masifkan Teguran Humanis dan Penindakan ETLE

indopers.net | TIGARAKSA/ TANGERANG (BANTEN) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang terus mematangkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026. Memasuki hari kelima, Jumat (6/2/2026), petugas di lapangan semakin intensif melakukan pendekatan edukatif sekaligus penegakan hukum melalui sistem elektronik di berbagai titik krusial wilayah hukum Polresta Tangerang.

Operasi ini tetap berpijak pada instruksi Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, untuk mengedepankan tindakan preemtif dan preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Data Penindakan dan Teguran

Berdasarkan data hasil kegiatan hari kelima, Satlantas Polresta Tangerang mencatat tren positif dalam upaya pendisiplinan masyarakat. Secara total, terdapat 225 teguran yang diberikan secara subjektif dan humanis kepada pengendara, yang terdiri dari 25 teguran tertulis dan 200 teguran lisan.

“Kami lebih mengedepankan teguran simpatik. Tujuannya bukan untuk menghukum, tetapi menyadarkan masyarakat bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama,” ujar Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar.

Meski demikian, pengawasan melalui teknologi tetap berjalan ketat. Tercatat sebanyak 19 pelanggaran terjaring sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), dengan rincian 18 pelanggaran terekam ETLE Statis dan 1 pelanggaran melalui ETLE Mobile. Selain itu, petugas juga melayangkan 54 surat konfirmasi ETLE kepada pemilik kendaraan yang terdeteksi melanggar.

Fokus Pelanggaran: Helm dan Safety Belt

Dalam operasi hari ini, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran kasatmata. Di kategori kendaraan roda dua (R2), terdapat 20 pelanggaran terkait penggunaan helm yang tidak sesuai standar SNI. Sementara untuk kendaraan roda empat (R4), petugas menindak 15 pelanggar yang tidak menggunakan sabuk pengamanan (safety belt).

Tak hanya itu, Satlantas juga melakukan tindakan tegas terhadap 1 unit kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel), sebagai bagian dari upaya menertibkan transportasi publik yang legal dan aman. Secara keseluruhan, terdapat 16 penindakan melalui tilang manual untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas

AKP Zaeni Aji Bakhtiar menegaskan bahwa keterlibatan Satgas Preventif dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dalam operasi ini adalah bentuk pelayanan Polri untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas.

“Selain melakukan penindakan, kami juga aktif memberikan imbauan langsung dan edukasi keselamatan berkendara di lapangan. Kami ingin masyarakat di Kabupaten Tangerang tidak hanya tertib karena ada petugas, tetapi tertib karena sadar akan keselamatan,” tegas Zaeni.

Operasi Keselamatan Maung 2026 dipastikan akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Satlantas Polresta Tangerang berharap melalui momentum ini, situasi lalu lintas di wilayah Kabupaten Tangerang semakin aman, tertib, dan lancar. (Sopian A)

 39 total views,  4 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!