Panorama Bendungan Lau Simeme Akan Jadi Destinasi Wisata Baru Di Sumatera Utara

Panorama Bendungan Lau Simeme Akan Jadi Destinasi Wisata Baru Di Sumatera Utara

indopers.net | Deli Serdang (SUMUT) – Dibalik hamparan air sungai Lau Simeme dan perbukitan yang terhampar luas di antara 2 desa (GERET & SARILABA JAHE) Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang telah tercipta genangan air yang cukup luas berbetuk danau yang cukup ekcotis (alami dan indah)

Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 2018 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera ll dengan tinggi insfratruktur 73,5 meter dari dasar sungai, panjang puncak 205 meter dengan luasan genangan air sekitar 125 hektar dan daya tampung bendungan 21,07 juta meter kubik dengan menelan biaya 1,7 Triliun

Presiden Joko Widodo telah meresmikan bendungan ini pada 16 Oktober 2024 yang lalu, namun dimulainya pengisian awal air (Initial Impounding) bendungan baru dilakukan pada Kamis,17 September 2026 oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo

Fungsi bendungan Lau Simeme bukan sebatas pemandangan panorama alam yang indah, namun fungsi strategis yang paling utama adalah untuk pencegahan banjir, kebutuhan air baku bagi ribuan rumah tangga, ratusan perusahaan, sekolah dasar sampai perguruan tinggi, rumah sakit, irigasi dan pembangkit listrik mikrohidro kapasitas 1 Megawatt.

Atas hadirnya bendungan tersebut telah mengubah wajah baru di kedua desa itu

Selain penggunaan air bawah (irigasi,dll), penggunaan air atas juga menciptakan peluang bisnis besar (wisata air, kerambah ikan, dll) akan diupayakan pemerintah untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Marim Sitepu SH mantan Kepala Desa SARILABA JAHE selama 21 tahun (2001-2022) sekarang jadi anggota DPRD Deli Serdang (2024-2029) dari fraksi Gerindra sekaligus salah satu tokoh yang ikut mengusulkan pembangunan bendungan Lau Simeme

“Saya hanya berharap supaya pemerintah daerah memprioritaskan masyarakat yang telah bersedia ganti – untung lahan jadi pengusaha UMKM di sempadan bendungan“

Pemerintah Deli Serdang dibawah kepemimpinan Bupati dr.H.Asri Ludin Tambunan menginstruksikan BUMD Bhinneka Perkasa Jaya (BPJ) agar melakukan pemetaan dan penataan lingkungan dan pengelolaan UMKM agar jadi destinasi wisata kuliner dan modern.

Hasruli selaku Direktur Utama BUMD Bhineka Perkasa Jaya (BPJ) pada wawancara eksklusif di ruangannya (jln.Medan-Lubu Pakam.Kamis,(29/10-26) mengatakan;
“Pengembangan lokasi bendungan Lau Simeme menjadi destinasi wisata baru akan jadi prioritas kita selaku perusahaan daerah bersama pemerintah daerah. Master plan untuk pengembangan ini telah kita sampaikan kepada bapak Bupati, Gubernur, BBWS Sumatera ll dan Kementerian Pariwisata tentang pemanfaatan lahan seputaran bibir pantai bendungan serta jalan akses ke lokasi sebagai daya pikat bagi wisatawan lokal maupun dari daerah lain untuk memunculkan pengusaha-pengusaha baru dari masyarakat lokal yang terdampak secara langsung akibat kehadiran bendungan tersebut,”Jelas Hasruli.

Pondok liar yg didirikan warga lokal

Lanjutnya lagi, Untuk saat ini saja, lokasi tersebut telah banyak dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah. Maka jika kita tidak secepatnya melakukan pemetaan dan penataan dengan baik maka akan muncul masalah-masalah baru yang ditimbukan oleh ulah masyarakat itu sendiri dengan kemunculan tenda-tenda biru sesuka hati mereka serta pengelolaan sampah yang tidak terkendali sehingga terkesan kumuh yang pada akhirnya akan merusak lokasi wisata itu sendiri.

Untuk mensukseskan program wisata bahari tersebut kita selaku pengelola telah menjalin kerjasama dengan berbagai dinas terkait, ada dinas Pariwisata, Koperasi, Perikanan, SDABMBK, Cipta Karya dan Tata Ruang, BBWS dan kita juga akan membuka ruang bagi para pegiat-pegiat wisata lain untuk berkontribusi membangun wisata Lau Simeme. “Pungkas Hasruli mengakhiri
(Jhon Tobing)

 28 total views,  28 views today

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!