Menunggu Mereka Modus Kasbon Untuk Jadi Tersangka Terdakwa dan Terpidana Kelompok Mantan Bupati Indragiri Hulu Thamsir dan Mantan Rekanan

Menunggu Mereka Modus Kasbon Untuk Jadi Tersangka Terdakwa dan Terpidana Kelompok Mantan Bupati Indragiri Hulu Thamsir dan Mantan Rekanan

indopers.net, Indragiri Hulu

Memang Pengadilan lah yang menentukan bersalah atau tidaknya mereka yang dituntut oleh Jaksa di meja hijau. Selama ini mereka pelaku dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) modus kasbon dari dua kelompok belum pernah jadi tersangka, terdakwa maupun jadi terpidana. Reagen salah seorang Tim KPK yang menangani kasus dugaan Tipikor modus kasbon mengatakan bahwa mereka tersangka belum pernah disangkakan. Baru dua orang jadi korban. Diduga mereka pelakunya kasbon diduga banyak tidak diketahui oleh Bupati ketika itu. Mereka pelakunya ada yang kaya raya.

Al Tarmizi salah seorang penggiat LSM di Indragiri Hulu (Inhu), Riau menanggapi serius prihal dugaan tipikor modus kasbon era mantan Bupati Inhu, Drs. H. Raja Thamsir Rachman, MM.

“Masalah Tipikor modus kasbon dalam kelompok mantan Bupati Thamsir masih 18 orang yang belum di penjara. Disamping itu masih ada. Kelompok mantan rekanan yang juga belum dipenjara dalam modus kasbon tersebut, ” ungkap Tarmizi Rabu (30/6).

Beliau memaparkan bahwa dalam kelompok mantan Bupati Thamsir mereka belum pernah jadi tersangka maupun jadi terdakwa. Dalam kelompok mantan Bupati Thamsir berjumlah Rp45, 5 milyar yang selama ini belum dikembalikan. Tiap tahun jadi temuan BPK Perwakilan Riau. Di dalam kelompok mantan Bupati Thamsir itu juga tertera nama Junaidi Rachmat dan Armansyah. Dan sejumlah nama lainnya.

Modus kasbon kelompok mantan Bupati Thamsir baru satu orang mantan Bupati Thamsir Rachman yang sedang menjalani pidana penjara di penjara Gobah, Pekanbaru. Selebihnya masih ada 18 orang yang belum dipenjara. Mereka masih menghirup udara bebas.

Dugaan Tipikor modus kasbon ini total keseluruhan Rp114 milyar. Terbagi dalam empat kelompok. Dua kelompok sudah dipenjara dan ada juga yang sudah wafat. Dua kelompok yang sudah menjalani penjara yakni kelompok mantan oknum dewan dan mantan oknum PNS di Pemkab Inhu.

Namun katanya, dua kelompok lagi yang belum dipenjara yakni kelompok mantan Rekanan. Kelompok mentan rekanan baru satu orang Raja Iryanto alias Yan Kadot. Selebihnya belum dipenjara.

Kelompok mantan Bupati Thamsir dan kelompok mantan oknum rekanan sudah dilaporkan oleh salah satu LSM di Inhu.

Laporan itu pada bulan Mei 2019 silam. Atas laporan itu, KPK sudah dua kali membalas surat LSM tersebut. Inti balasan surat dari KPK adalah KPK koordinasi dan supervisi kepada penegak hukum yang pernah menangani kasus ini. Yakni pihak Kejati Riau. Alhasilnya, mereka kelompok mantan Bupati Thamsir dan kelompok oknum rekanan sedang ditangani oleh Kejati Riau sampai saat ini.

“Mudah-mudahan Kejati Riau bisa obyektif dan adil menangani dia kelompok modus kasbon tersebut. Tidak ada yang kebal hukum di Republik ini. Semua sama dihadapan hukum. Pihak LSM pelapor terus berkoordinasi dengan Kejati Riau dan dengan KPK, ” paparnya pula.

Sementara pihak Kejati Riau saat dikonfirmasi melalui Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharto BK, SH menjelaskan bahwa hal itu sedang ditangani oleh bagian Asisten Tindakan Pidana Khusus (AS Pidsus) Kejati Riau

“Kasus Tipikor modus kasbon yang menangani adalah Asisten Pidsus, ” terangnya.

(Harmaein-Riau)

 345 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!