Dinkes Makassar Harap Insentif Nakes Segera Dibayarkan

Dinkes Makassar Harap Insentif Nakes Segera Dibayarkan

indopers.net, Makassar

Dinas Kesehatan Kota Makassar berharap insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Makassar yang telah melayani pasien Covid-19 sejak 2020 segera dibayarkan. Dinas kesehatan mencatat total insentif yang harusnya diterima para nakes yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas  sekitar Rp 15 miliar untuk empat bulan, terhitung September hingga Desember.

”Uangnya masuk lewat Pemerintah Kota yakni BPKAD, harusnya sudah bisa lunas hingga Desember 2020 karena kan kita (nakes) paling rawan dan berisiko,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Iriani seperti keterangannya ke indopers.net di Makassar.

Dia menjelaskan, pencairan anggaran insentif nakes baru mencapai Rp 7 miliar dan tersisa Rp 8 miliar lagi. Sehingga pembayaran insentif tersisa dua bulan (November-Desember).

”Harusnya ini sudah selesai, orang punya keringat. Kementerian keuangan sudah sampaikan untuk diprioritaskan, tapi kita tidak tahu duitnya kemana,” kata Iriani.

Menurut dia, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran. Bahkan lanjut dia, Menteri Keuangan Sri Muliyani menyatakan serapan dana Covid-19 masih rendah.

”Tetapi mau serap dimana, uang yang mana? Kita sudah ada jelas penerimanya, kan ada proposal pencairan dan sekarang sudah 2021, kasihan teman-teman nakes,” tambah Iriani.

Dia mengaku tidak bisa melakukan apa-apa, termasuk untuk rencana pembayaran insentif nakes melalui APBD. Sebab, anggarannya telah disiapkan pemerintah pusat.

”Ada dana pusat, kan dia yang bertanggung jawab dan susah juga mau dianggarkan sementara masing-masing sudah ada pos-posnya,” tutur Iriani.

Bukan hanya Kota Makassar, pembayaran insentif nakes berbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan juga belum terselesaikan, seperti Kabupaten Pangkep. Plt Kepala Dinas Kesehatan Pangkep Nurliah Sanusi mengatakan, baru memperoleh pembayaran insentif nakes sebanyak Rp 3 miliar dari total yang harus dibayarkan sebanyak Rp 6 miliar.

”Anggaran insentif yang dibayarkan hanya Rp 3 miliar makanya yang kita bayarkan juga cuma September dan Oktober,” kata Nurliah Sanusi.

(rudi s)

 164 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!