Sebanyak 36 CASN Tulungagung Dikarantina Usai Swab Antigen

Sebanyak 36 CASN Tulungagung Dikarantina Usai Swab Antigen

indopers.net, Tulungagung

Sebanyak 36 dari total 166 calon aparatur sipil negara (CASN) asal Kabupaten Tulungagung dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil tes usap antigen yang dilakukan tim tracing Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (15/6).

Para CASN itu baru pulang mengikuti rangkaian kegiatan Latihan Dasar (Latsar) ASN di Surabaya selama 18 hari. Mereka selanjutnya diwajibkan menjalani karantina di Rusunawa UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU), hingga kondisi mereka benar-benar steril dari paparan virus korona strain baru.

”Ini merupakan pengembangan setelah 10 CASN Tulungagung yang dulu ikut diberangkatkan mengikuti Latsar CASN di Surabaya dinyatakan positif Covid-19 dan dipulangkan ke Tulungagung,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Tulungagung Didik Eka seperti dilansir dari Antara, Selasa (15/6).

Total CASN yang diberangkatkan mengikuti Latsar di Surabaya ada 176 orang. Dari jumlah itu, 10 CASN gagal mengikuti rangkaian Latsar karena positif Covid-19 dan dipulangkan lebih awal.

Sementara itu, 166 CASN lain terus mengikuti rangkaian Latsar sampai selesai, hingga dipulangkan bersama pada Selasa (15/6) menggunakan beberapa unit armada bus. Namun mereka dianggap kontak erat dengan 10 CASN positif Covid-19 terdahulu, serta riwayat perjalanan mereka dari Surabaya yang saat ini mengalami lonjakan kasus.

Satgas Covid-19 Tulungagung mewajibkan seluruh CASN menjalani tracing masal. Armada bus yang mengangkut mereka langsung diarahkan ke GOR Lembupeteng dan satu per satu menjalani tes usap antigen, termasuk awak bus.

”Ada 36 CASN dan satu sopir bus yang positif swab antigen,” ujar tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Dedi Eka Purnama.

CASN dan sopir bus yang yang positif tes usap antigen dikarantina di Rusunawa UIN SATU di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Sedang untuk 30 CASN dan empat sopir yang negatif diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing namun diwajibkan isolasi mandiri selama lima hari di rumah, dengan pemantauan ketat petugas.

”Jika sewaktu-waktu ada gejala mirip Covid-19, mereka diminta untuk melapor ke Satgas Penanganan Covid-19,” kata Dedi Eka Purnama.

(lgeng)

 180 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!