JCW Melaporkan PDAM Pamekasan ke Polda Jatim

JCW Melaporkan PDAM Pamekasan ke Polda Jatim

indopers.net, Pamekasan.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pamekasan resmi dilaporkan kepolda jatim oleh LSM Jatim Coruption wacht (JCW) dengan dugaan jual beli Tanah Kas Desa Bukek Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Jawa Timur. 16 – 06 – 2021.

Ada beberapa temuan di Desa Bukek Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan , Yang di duga ada manipulasi Permainan oleh Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Pamekasan Jatim ( Agus Bakhtiar) bersama mantan kepala Desa Bukek serta Mantan DPRD Pamekasan, Ketua Team Investigasi LSM JCW dengan cepat dan tepat mengambil langkah dengan melakukan investigasi langsung ke Aparatur Desa Bukek beserta tokoh Masyarakat Desa Bukek sesuai dengan realita dibawah.

Sudah puluhan tahun baru sampai sekarang kasus dugaan penjualan Tanah Kas Desa (Percaton) di Desa Bukek terungkap yang di lakukan oleh oknum mantan kepala Desa Bukek serta mantan DPRD Kabupatren Pamekasan yang di duga Kuat menjual ke PDAM Kabupaten Pamekasan dengan dua titik Tanah Kas Desa (percaton).

Tanah Kas Desa yang seharusnya di kelola oleh masyarakat Desa yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan perekonomian Desa, Justru dikelela oleh pihak PDAM yang di duga kuat dijual oleh oknum mantan kepala Desa dan mantan DPRD serta tidak ada tukar guling ( tanah penganti) sampai saat ini.

Kepala Desa Bukek, Syaiful Bahri bersama BPD dan Perangakat Desa melakukan Musyawarah Desa (musdes) melibatkan Aparatur Desa Dan Tokoh masyarakat Desa Bukek membahas dan minta diperjelaskan mengenai mana yang percaton desa dan mana yang hak milik atau pribadi yang di kelola oleh PDAM Pamekasan, Tampa memberikan kontribusi ke Desa atau hak milik yang dikelonya, Pasalnya Desa tidak mempunyai Leter C Tanah sehingga tidak jelas.

“Saya sudah menemui pak Agus Bakhtiar direktur PDAM ke kantornya minta diperjelas dan di jelaskan mana yang percaton dan mana yang hak pribadi yang di kelola oleh PDAM pamekasan” Ungkap Si Kades Muda tersebut.

Masih kata Pak Kades, “Lebih parahnya lagi pihak PDAM tidak memberikan penganti Tanah Kas Desa (percaton) yang dikelonya, Dan sudah di midiator oleh pihak kecamatan Tlanakan namun PDAM masih belum memberikan penganti tanah yang ia kelola sampai saat ini dan hanya berkata suruh menunggu, Dan pada saat itu disaksikan oleh aparat desa beserta dari pihak kepolisian”. Lanjut si pak Kades muda.

Masyarakat Desa bukek sering bertanya dan mempertanyakan langsung kepada Kepala Desa bukek yang baru, proses yang sebenarnya dan sesuai degan ketentuan hukum.

Khorul Kalam sebagai ketua team Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ikut serta hadir dan mengikuti dalam musdes supaya tau fakta yang sebernya di desa.

” semua barang bukti sudah kantongi dan saya selaku ketua investigasi LSM JCW akn melaporkan kepada pihak penegak hukum supaya di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di indonesia,” komentarnya saat di komfirmasi

Lebih lanjutnya masih kata Ketua Team investigasi LSM JCW, ” Akan saya kawal laporan saya ke Polda Jawa Timur, Oknum yang merugikan Desa atau Bisa Dikatakan Menyerobot Tanah Kas Desa yang tidak mematuhi aturan yang sudah di tetapkan oleh Negara kesatuan Republik Indinesia. supaya Menerima konsekuensinya.” Jelasny khoirul kalam.

Sumber Kekayaan Alam (SDA) yang seharusnya di nikmati oleh masyarakat desa bukek malah dikeruk oleh perusahan tampa aturan. Serta tidak semena mena melakukan hal pengeboran dan tampa aturan aturan pemerintah.

Janji bohong yang di lontarkan oleh direktur PDAM yang menyiapkan tukar guling Tanah Kas Desa yang di bornya tidak ada penganti sampai sekarang oleh perusaha Daerah Air Minum PDAM pamekasan.

Bahkan desa yang punya hak utama malah disuruh bayar ke pihak PDAM dalam pemakaian aliran air PDAM dan tidak pernah diberikan kebijakan oleh PDAM, Lebih parahnya lagi masyarakat menikmati sumber mata air yang Asin atau tidak layak dikonsumsinya.

(Farida)

 644 total views,  2 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!