Peran Penting Kolaborasi Media Siber dalam Membangun Ekosistem Digital

indopers.net, Surabaya

Salah satu hal yang ditekankan oleh Wenseslaus Manggut Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat dalam kegiatan Rapat Kerja AMSI Jatim 2021 pada Jumat (11/6/2021) adalah kolaborasi.

Wens, demikian Ketua AMSI pusat disapa, menyampaikan materi tentang pentingnya kolaborasi media siber dengan perusahaan digital di masing-masing wilayah dalam pembangunan ekosistem digital.

Dalam rangkaian Seminar Nasional bertema “Smart City Creative Government: Membangun Ekosistem Digital Cettar bagi Pembangunan Jawa Timur”, Wens menjelaskan sejumlah hal.

Salah satunya, pandemi Covid-19 mengajarkan tentang pentingnya kolaborasi untuk menghemat pengeluaran bahkan kolaborasi antar-pesaing bisnis.

Dia contohkan perusahaan makanan Burger King yang hampir bangkrut, yang kemudian bisa bangkit dengan cara berkolaborasi dengan McDonald, perusahaan makanan yang menjadi pesaingnya.

“Kolaborasi semacam ini, tentu sangat bisa dilakukan antar-media siber dengan perusahaan teknologi startup atau dengar pemerintah demi membangun ekosistem digital. Salah bentuk aplikatif kolaborasi ini misalnya dalam hal pengelolaan konten,” kata Wens.

Ia menambahkan, media siber perlu memahami bahwa informasi itu tidak selalu politik, ekonomi atau hardnews lainnya.

Sebenarnya, menurut Wens, konten yang dibutuhkan oleh masyarakat juga mencakup Social Content, Charity, dan antihoaks atau antiujaran kebencian. Konten sosial yang dia maksud, kata dia, misalnya berupa informasi tentang beragam informasi seputar tempat-tempat nongkrong yang masih buka, atau klinik yang menyediakan tes antigen murah dan sebagainya.

“Konten semacam itu yang mampu mendorong terbangunnya ekosistem digital, termasuk ekosistem UMKM yang sudah digital,” tambahnya.

Edhi Kusdiyarwoko Dwikencono Plt Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, mewakili Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM menyampaikan, kegiatan Seminar Nasional dalam Raker AMSI Jatim 2021 ini sejalan dengan semangat Kemenkop UKM untuk menyiapkan SDM masyarakat Indonesia yang sadar digital, terbuka, inovatif, kreatif dan mampu memasuki pasar global.

Salah satu masalah yang terjadi sekarang, UMKM Indonesia mendominasi kontribusi terhadap produk domestik Bruto sebanyak 61 persen, namun rasio pelakunya masih rendah yakni hanya 3,47 persen.

“Di Thailand yang rasio pelaku UMKM-nya sudah 4,26 persen, Malaysia sudah 4,70 persen, dan Singapura yang sudah 8 persen lebih,” ujarnya.

Dia pun berharap, raker AMSI Jatim ini bisa turut berkontribusi mewujudkan target Kemenkop UKM pada 2024, yang mana tiga tahun lagi, pemerintahan menargetkan pertumbuhan 30 juta UMKM sudah on boarding secara digital, 500 koperasi digital dan peningkatan kontribusi UMKM sebanyak 20 persen untuk perekonomian nasional.

(giru)

 307 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!