Lurah Polagan Sampang Tepis Isu Bayar 60 Juta Buat Sewa Tanah Percaton Di Hadapan KOMPAKS

Lurah Polagan Sampang Tepis Isu Bayar 60 Juta Buat Sewa Tanah Percaton Di Hadapan KOMPAKS

indopers.net, Sampang

Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemerhati Aktivitas Sampang (KOMPAKS) gelar audiensi di kantor kelurahan Polagan di jalan Makboel Kec Sampang Madura

Kedatangan KOMPAKS mempertanyakan perihal proses ijin sewa lahan percaton, bangunan dilahan percaton dan luas tanah percaton di kelurahan tersebut.

Herianto perwakilan dari anggota KOMPAKS mempertanyakan mekanisme ijin sewa lahan, pemanfaatan lahan, luas lahan dan jenis bangunan yang berdiri di atas tanah percaton.

“Tujuan kami ingin mempertanyakan pemanfaatan lahan milik pemerintah, karena dilihat kasat mata sudah mulai banyak bangunan permanen juga luas lahan dan titik-titiknya,” kata Heri

Sementara di tempat yang sama Lurah Polagan Muhammad Rawi Spd mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu menahu, karena ia mengaku hanya meneruskan dari lurah sebelumnya.

“Saya tidak tahu, karena saya hanya meneruskan dari lurah sebelumnya. Tapi kalau bangunan yang baru (permanen) sudah kami tegur beberapa kali, Kok di bangun seperti ini?” Kata Lurah

Sementara salah satu warga penyewa lahan yang dihadirkan oleh Lurah polagan nyeletuk di sela-sela audiensi, ia mengatakan bahwa dirinya ingin membangun pagar dibelakang rumahnya agar tidak ada maling masuk, cuman dilarang, sementara yang membangun 2 lantai diperbolehkan.

“Tak langkong pak ijin usul, guleh dimin abangunah pager tembok derih budih karenah takok bedeh maleng tapeh elarang, samangken kassa’ abangun duwek lantai eparengagi, se kaduwek pak, sampean dimin adebu jhek tempat nikah ebangunah penakanah sampean gebei tembel ban tapeh samangken caepon ejuwel ka jedid 60 jutah (madura red)”

“Ijin usul pak, dulu saya mau membangun pagar tembok dari belakang karena takut ada maling tapi dilarang, sementara sekarang di sana ada bangunan yang lantai 2 tapi di biarkan. Terus yang nomor 2 sampean bilang (lurah red) mengatakan bahwa tanah tersebut mau di bangun tempat tambal ban oleh ponakan sampean tapi sekarang katanya di jual ke Jadid 60 juta rupiah” kata salah satu warga dengan nada kesal.

Sementara Lurah polagan menanggapi hal tersebut dengan nada tinggi, ia mengatakan akan memanggil yang bersangkutan, jika hal tersebut tidak benar akan di tuntutnya.

Lurah juga mengatakan bahwa pemilik bangunan 2 lantai tersebut sepeserpun belum bayar.

“Sampai saat ini uang sewanya sepeserpun belum bayar ke saya,” ucap Lurah Polagan

Dengan munculnya isu penjualan lahan pemerintah sebesar 60 juta tersebut, ia mengancam akan membongkar bangunan 2 lantai itu beserta seluruh bangunan lainnya yang berdiri di atas tanah percaton.

(Man)

 631 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!