Warga Parung Panjang Bogor Protes Truk Melintas di Luar Jam Operasional

indopers.net, Bogor

Jalan Parung Panjang Raya, Kabupaten Bogor kembali macet pada siang hari. Kemacetan dipicu antrean truk besar yang melintas di luar jam operasionalnya yang telah ditentukan. Padahal jam operasional mereka pukul 21.00 hingga 05.00.

Situasi itu terjadi semenjak libur lebaran Idul Fitri 2021 usai. Beberapa truk dari arah Legok, Kabupaten Tangerang, melintas menuju arah Gerowong, Kabupaten Bogor. Truk tersebut tentu melintasi Jalan Parung Panjang Raya. Akibatnya jalan yang terdiri dua lajur itu semaki rusak dan bergelombang. Bahkan ada lubang jalan seukuran mobil.

Kondisi itu membuat para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor atau mobil mengambil lajur berlawanan. Hal itu sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Pengendara sepeda motor sering jatuh di kawasan ini karena jalan berlobang,” ujar Irfan, 53, warga Parung Panjang kepada indopers.net Biro Bogor, Senin (7/6).

Irfan mengatakan, truk yang melintas di siang hari memicu kemacetan lalu lintas. Kemudian debu truk itu sangat mengganggu dan rentan memicu ISPA. “Sekarang masih pandemi covid-19. Warga sangat rentan kena ISPA. Hal itu dikhawatirkan memudahkan terpapar covid,” kata dia.

Muhammad Yusuf Maulana, salah seorang ketua RT di Desa Parung Panjang juga mengeluhkan operasional truk yang mulai tidak beraturan. Dia sudah melaporkan kondisi itu ke aparat desa. Namun kewenangan pengaturan truk berada di pihak dinas perhubungan, polisi, dan kecamatan. “Saya sudah informasikan ke Kades, minta pihak terkait mengatur lagi operasional yang sudah membahayakan keselamatan pengguna jalan,” terangnya.

Parung Panjang merupakan kecamatan di pinggir Kabupaten Bogor. Daerah itu berbatasan langsung dengan Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Titik perbatasan daerah itu berada di sebuah jembatan. Pantauan JawaPos.com, kini kondisi jembatan itu juga rawan karena berlobang. Ditambah pula seringnya truk parkir di atas jembatan.

Kemacetan jalan di Parung Panjang Raya sangat terasa pada sore sampai pukul 20.00. Ketika itu truk sudah berjejer di tengah jalan. Baik dari arah Tangerang maupun Parung Panjang. Akibatnya waktu perjalanan warga jadi lebih lama.

Sementara itu, petugas yang berada di sekitar jembatan tidak melarang truk melintas. Mereka memang hadir di sana.

Bupati Bogor Ade Yasin ketika diminta konfirmasinya terhadap kondisi lalu lintas truk di luar jam operasional ini belum memberikan komentar. Pesan yang dikirim JawaPos.com tidak dibalas. Ketika ditelepon tidak direspons.

Di sisi lain, Kepala Unit Pol PP Kecamatan Parung Panjang Dadang mengaku sudah berupaya melarang truk tidak melintas di luar jam operasional. Namun upaya tidak begitu berdampak. “Kewenangan saya terbatas. Untuk menindak tegas truk itu adalah petugas dari Dishub,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, petugas Dishub Kabupaten Bogor yang merupakan memiliki kewenangan untuk menghadang truk yang melintas di luar jam operasional. Baik dari arah Parung Panjang maupun dari Tangerang. Kalau dari Tangerang tidak boleh masuk dulu ke Parung Panjang. Sebaliknya, dari arah Parung Panjang diminta kembali ke pool atau parkiran.

“Kami sudah minta ke sopir-sopir truk itu agar tidak parkir di badan jalan. Truk parkir di badan jalan makin mempersempit lebar jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” klaim Dadang.

(sopian abd)

 974 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!