Kemenkes Diminta Kirim Alat Bantu Pernapasan ke Bangkalan Oleh Pemprov Jatim.

indopers.net, Surabaya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi sekaligus minta kementerian kesehatan mengirim unit High Flow Nasal Cannula (HFNC) atau alat bantu pernapasan ke Kabupaten Bangkalan. Hal tersebut sebagai upaya membantu penanganan pasien Covid-19.Pastikan Perawatan Habibie, Dokter Kepresidenan Dikirim ke Jerman.

”Kami sudah mengusulkan ke Kemenkes agar 32 unit HNFC dikirimkan langsung ke Bangkalan secepatnya,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada indopers.net di Surabaya, Minggu (6/6) malam.

Menurut dia, rumah sakit di Bangkalan membutuhkan HFNC, ventilator, serta beberapa jenis obat. Pihaknya telah mempersiapkan rumah sakit rujukan di Surabaya bagi pasien-pasien yang kondisinya berat, salah satunya di RSUD Soetomo.

”Agar penanganannya maksimal, serta alat dan dokternya juga lebih lengkap,” ucap Khofifah.

Tak hanya itu, menurut Khofifah, sejumlah mobil PCR test dari Pemprov Jatim juga sudah dikirimkan ke Bangkalan untuk memasifkan testing di titik-titik yang memang menjadi episentrum lonjakan kasus Covid-19. Namun, ada kendala masih banyak masyarakat belum berkenan untuk di tes usap PCR.

”Kami lakukan langkah-langkah persuasif yang diharapkan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mau dites, terus kami lakukan. Ini semua agar penanggulangan dan pencegahan penularan bisa dilakukan,” kata Khofifah.

Sementara itu, langkah koordinatif sudah dilakukan Pemprov Jatim dengan Pemkab Bangkalan sejak Kamis (3/6), termasuk dengan Pemkot Surabaya khusus terkait penanganan kuratif pasien Covid-19. Pemprov juga telah melakukan percepatan rujukan pasien Covid-19 dari Bangkalan ke RSUD Soetomo maupun rumah sakit lain yang sudah dipastikan menjadi lokasi rujukan.

Khusus untuk RSUD Ratu Ebo Bangkalan, pemprov bahkan mempersiapkan penambahan tempat tidur perawatan pasien guna relaksasi rumah sakit yang kini memang angka huniannya sudah cukup tinggi. Pemprov Jatim juga terus melakukan tracing dan testing secara ketat pada masyarakat yang berkontak erat.

”Penanganan holistik harus dilakukan, terutama untuk tracing dan testing serta menurunkan BOR. Karena saat ini BOR di Bangkalan terus meningkat, yaitu di RSUD Bangkalan ada 90 tempat tidur, namun yang terpakai sudah 73 unit,” tutur Khofifah.

(fwaid/giru)

 214 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!