Bocah SD di Surabaya Dikepruk Paving oleh Tetangga Hingga Tewas.

indopers.net, Surabaya

Setelah kritis enam hari di rumah sakit, Jose Marvel, 11, akhirnya meninggal dunia Rabu (2/6). Bocah periang tersebut meninggal akibat luka parah di kepalanya karena penganiayaan yang diduga dilakukan tetangganya. Kini keluarga hanya menanti kabar dari kepolisian. Sebab, terduga pelaku penganiayaan hingga Kamis sore belum tertangkap. Peristiwa penganiayaan terhadap bocah SD itu terjadi pada Rabu (26/5).

Saat itu Jose diketahui bermain dengan anak WM, inisial terduga penganiaya. Setelah hampir dua jam, korban tidak kunjung pulang. Padahal, Jose jarang bermain lama.

Namun, sekitar pukul 14.00, tetangga dan teman korban menemukan sandal Jose di rumah kos WM. Tepatnya di Kupang Krajan Va /28, Sawahan Surabaya. Saat itu kondisi rumah kos WM sudah kosong. Ketika pintu dibuka, korban ditemukan tergeletak dengan bersimbah darah. ’’Saya tidak kuat melihat apa saja yang ada TKP,’’ kata Nelly, ibu korban, kemarin sore (3/6).

Menurut dia, dari penuturan tetangga, ditemukan paving di samping tubuh korban. Paving itu diduga digunakan untuk memukul kepala Jose. ’’Setelah kejadian ini, kami langsung melaporkannya ke polisi,’’ terangnya.

Jadi, lanjut dia, saat korban ditemukan bersimbah darah, WM dan anak-istrinya tidak berada di lokasi. Rumah kos terlihat lengang. Semua barang di rumah itu juga sudah dibawa.

Seorang teman Jose yang ketika itu bermain sepeda sempat berpapasan dengan WM di sekitar Pasar Kembang. Bahkan, teman-teman Jose sempat menanyakan kepada anak WM akan pergi ke mana. Namun, saat anaknya mau menjawab, WM langsung memukulnya.

Nelly tak menyangka anaknya akan meninggalkannya. ’’Saya tidak menyangka dan apa salah anak saya,’’ kata Nelly.

Kepergian WM dari tempat kosnya itu juga diketahui para tetangga. Dari penuturan warga sekitar, saat itu WM pergi dengan terburu-buru. Menurut Nelly, kemungkinan motifnya adalah pencurian. Sebab, handphone siswa kelas VI itu hilang. Padahal, handphone tersebut selalu dibawa Jose. Saat ditelepon pun, handphone tidak aktif.

Rumah korban dengan rumah kos WM memang tidak jauh. Hanya berbeda gang. Nelly menuturkan, dari informasi tetangga, WM memang baru menempati kos-kosan tersebut. Kurang lebih empat hari sebelum kejadian.

Bahkan, putra tunggalnya itu baru mengenal anak korban selama dua hari. Sebab, sebelumnya Nelly mengajak korban ke Jakarta. Nah, pas pulang, anaknya itu kenal dan bermain dengan anak WM.

’’Korban sempat dioperasi dan koma sebelum meninggal,’’ kata Nelly.

Kepergian Jose membuat Nelly terpukul. Apalagi, Jose adalah putra semata wayangnya. Namun, lebih sedih lagi, hingga kini tersangka yang diketahui berasal dari Garut itu belum tertangkap. Keluarga berharap kepolisian segera menangkap tersangka. Termasuk mencari tahu motif apa yang membuatnya tega menghabisi nyawa anaknya.

Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana mengatakan, pihaknya sudah menyelidiki laporan tersebut. Jajarannya telah melakukan olah TKP setelah mendapat laporan. ’’Mohon waktu ya,” tuturnya.

Arief mengaku belum bisa banyak berkomentar tentang terduga pelaku. Dia hanya memastikan pihaknya akan mencari keberadaannya. ’’Hasil pemeriksaan nanti jadi pijakan. Arahnya ke mana, kita kejar,” tutur alumnus Akpol 2013 tersebut.

(fwaid/giru)

 269 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!