Langgar Aturan, Peserta UM PTKIN di IAIN Tulungagung Dianulir

indopers.net, Tulungagung

Sejumlah peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) di IAIN Tulungagung dianulir dari sistem penilaian seleksi. Sebab, mereka melanggar sejumlah aturan meski telah diperingatkan panitia.Polisi Temukan Pelanggaran Pembangunan Perumahan Terkait Longsor.

”Ada beberapa peserta yang terpaksa kita diskualifikasi karena melanggar beberapa aturan ujian,” kata Juru Bicara IAIN Tulungagung Ulil Abshor kepada indopers.net Biro Tulungagung.

Jumlah peserta ujian Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM PTKIN) di IAIN Tulungagung yang terdaftar ada 3.241 orang. Dari jumlah itu, ada 0,03 persen dari total calon mahasiswa peserta ujian SSE UM-PTKIN yang didiskualifikasi karena tidak menghiraukan peringatan dari panitia pengawas ujian.

”Jumlah kehadiran dalam ujian yang berlangsung daring itu sendiri mencapai 97,35 persen. Ada sekitar 2,26 persen peserta yang absen atau tidak login tanpa alasan, sehingga otomatis dinyatakan gugur atau tidak lolos,” terang Ulil Abshor.

Dia menjelaskan, dari jumlah pendaftar itu, akan diambil 2.796 mahasiswa. Sisanya akan diisi melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) dan jalur mandiri.

”Untuk tahun ini total kuota mahasiswa baru sebanyak 5.500 mahasiswa,” ujar Ulil Abshor.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah dua jalur yang sudah ditutup pendaftarannya. Yakni jalur SPAN PTKIN dan SSE UM PTKIN. Dari kedua jalur itu akan diambil sebanyak 5.309 mahasiswa. Sedangkan sisanya akan dipenuhi melalui jalur mandiri.

”Pendaftaran jalur mandiri sudah dibuka dan akan ditutup pada 30 Juni. Setelah itu akan digelar ujian masuk dengan menerapkan sistem daring. Untuk jalur mandiri seleksi ujian masuk juga menggunakan sistem online, kita masih belum menerima petunjuk dari pusat untuk menggelar secara offline,” tutur Ulil Abshor.

Terdapat empat fakultas di IAIN Tulungagung, yakni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah. Selama proses pendaftaran berlangsung, lima jurusan paling banyak diminati pendaftar. Yakni Jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, Psikologi Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

”Tahun ini yang paling banyak peminat jurusan Manajemen Bisnis Syariah, kalau tahun sebelumnya Pendidikan Agama Islam banyak peminatnya,” kata Ulil.

(lgeng).

 203 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!