Mereka Selama Ini Diam, Kini Para Oknum Dokter, Perawat dan Bidan Bersuara

Mereka Selama Ini Diam, Kini Para Oknum Dokter, Perawat dan Bidan Bersuara

indopers.net, Indragiri Hulu

Selama ini oknum dokter, oknum perawat dan oknum bidan di Indragiri Hulu (Inhu), Riau diam apapun yang dilakukan atas diri mereka.

Kini mereka beramai-ramai mengirimkan pesan berantai ke group mereka.

Dalam pesan berantai itu terutama masalah uang insentif COVID-19 yang selama ini diduga belum dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Inhu.

Padahal anggaran untuk COVID-19 APBD Inhu tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp90,2 milyar.

“Kemana uang insentif kami perginya selama ini. Dana besar, tapi hak kami kenapa tidak dibayarkan,” ungkap oknum bidan (x) yang identitasnya minta dirahasiakan, Minggu (16/5).

Pesan berantai lewat WhatsApp prihal insenti oknum dokter, oknum perawat dan okunum bidan yang diduga belum dibayarkan diduga sejak bulan Oktober 2020 sampai sekarang.

Bahwa sesuai dengan aturan, besaran insentif tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan COVUD-19 di rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan RI setinggi-tingginya sebesar ;
1) Dokter Spesialis Rp15 juta/OB.
2) Dokter Umum/Dokter Gigi Rp10 juta/OB.
3) Bidan/Perawat Rp7,5 juta/OB.
4) Tenaga Medis lainnya Rp5 juta/OB.

Untuk insentif tenaga kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-tingginya Rp5 juta/OB setara dengan besaran insentif tenaga media lainnya. (Sumber Kementerian Kesehatan RI).

Namun di Inhu diduga jauh lebih murah.

Jumlah tenaga dibawah naungan Puskesmas se-Inhu yakni dokter umum 69 orang, dokter gigi 18 orang, perawat Laki-laki 108 orang, Perempuan 213 orang dengan total 321 orang.

Dan Bidan dibawah naungan Puskesmas 602 orang.

Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat, dokter spesialis 31 orang, dokter umum 27 orang, dokter gigi 21 orang, dokter gigi spesialis 3 orang, perawat Laki-laki 56 orang, Perempuan 124 orang dengan total 180 orang dan bidan 70 orang. (Sumber Dinas Kesehatan Riau).

Selain dana insentif COVID-19 ada lagi dana Tunjangan Kinerja (Tukin) oknum bidan yang juga belum dibayarkan diduga selama dua bulan pengakuan oknum bidan.

Dua bulan tersebut diduga kuat untuk bulan Desember 2019 dan Desember 2020.

Besaran Tukin bidan Rp3,1 juta/OB yang seharusnya dibayarkan tiap bulan pada tanggal 20.

Tukin dibayarkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Inhu.

Menanggapi permasalah disebutkan, aktivis LSM GPAK, B. Salim mengatakan bahwa hal tersebut diharapkan kepada Pj. Bupati Inhu, Drs. H. Chairul Riski. MS, MP untuk bertindak nyata untuk membantu hak oknum dokter, perawat dan bidan di Inhu.

” Beredarnya chating di WhatsApp keluh kesah oknum dokter, oknum perawat dan oknum bidan di Inhu yang mana insentif COVID-19 mereka diduga belum dibayar sejak Oktober 2020 maupun Tukin oknum bidan, menandakan ada dugaan indikasi lain. Bupati Inhu diharapkan bisa melakukan action nyata dalam hal ini,” tegasnya.

Sementara Pj. Bupati Inhu, Drs. H. Chairul Riski. MS, MP saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan akan check.

“Makasih info, saya check yach,” jawabnya singkat.

(harmaein)

 326 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!