DPRD Diminta Hearing Kasus Dana Kafitasi JKN, Insentif dan Tukin

DPRD Diminta Hearing Kasus Dana Kafitasi JKN, Insentif dan Tukin

indopers.net, Indragiri Hulu

Pj. Bupati Indragiri Hulu (Inhu),Riau, Drs. H. Chairul Riski. MS, MP hari ini turun langsung ke Puskesmas Kambesko, Rengat.

Selain sang Pj. Bupati Inhu, ia didampingi Asisten 3 Setda Inhu menemui Pimpinan Puskesmas Kambesko. Pj Bupati Inhu diharapkan tegas dalam hal ini.

Namun rakyat Inhu sudah terlanjur heboh setelah diberitakan bertubi-tubi oleh media beberapa hari ini.

Akhirnya masyarakat Inhu sering membicarakan masalah ini yakni masalah dana Kafitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dana insentif dan dana Tunjangan Kinerja (Tukin).

Salah seorang tokoh pemuda Inhu, Syofyan meminta DPRD Inhu untuk menghearing pihak terkait.

Yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Inhu masalah uang Tukin dan Dinas Kesehatan Inhu masalah uang insentif COVID-19 dan dana Kafitasi JKN.

“Kami mengharapkan DPRD Inhu untuk menghearing mereka. Mengapa hal ini terjadi, hak oknum dokter, oknum perawat dan hak oknum bidan diduga ada yang tidak dibayar sampai sekarang. Dan jika hal ini jika pernah di audit oleh BPK, BPKP dan Inspektorat Inhu, bagaimana hasilnya. Adakah jadi temuan atau tidak. Kan banyak hak mereka yang diduga belum juga dibayarkan,” ungkapnya, Senin (17/5).

Dana kafitasi JKN bidan saja diduga ada yang dibayar penuh dan ada yang dibayarkan cuma dua.bulan oleh Dinas Kesehatan Inhu cq. Puskesmas setempat.

Begitu juga dengan dana insentif COVID-19 oknum dokter, oknum perawat dan oknum bidan diduga belum juga dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Inhu diduga sejak bulan Oktober 2020 sampai saat ini.

Sedangkan dana untuk COVID-19 saja tahun 2020 dianggarkan dalam APBD Inhu sebesar Rp90,2 milyar.

Sumber dana pembayaran insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan pada fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah dan institusi kesehatan milik pemerintah daerah dialokasikan melalui pengalihan penggunaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan/atau APBD.

Selain itu juga, uang Tunjangan Kinerja oknum bidan diduga kuat belum dibayarkan dua bulan. Yakni bulan Desember 2019 dan bulan Desember 2020. Sementara sekarang sudah tahun berjalan APBD dan APBN 2021.

Tukin dibayarkan tiap bulan pada tanggal 20. Numun mengapa di Pemkab Inhu diduga belum membayarnya dua bulan tersebut.

“Bagaimana, adakah temuan BPK, BPKP dan Inspektorat Inhu selama ini apa yang menjadi hak oknum dokter, oknum perawat dan oknum bidan dalam Kafitasi JKN, Insentif COVID-19 dan Tukin mereka,” tanyanya.

Bahwa sesuai dengan aturan, besaran insentif tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan COVUD-19 di rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan RI setinggi-tingginya sebesar ;
1) Dokter Spesialis Rp15 juta/OB.
2) Dokter Umum/Dokter Gigi Rp10 juta/OB.
3) Bidan/Perawat Rp7,5 juta/OB.
4) Tenaga Medis lainnya Rp5 juta/OB.

Untuk insentif tenaga kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-tingginya Rp5 juta/OB setara dengan besaran insentif tenaga media lainnya. (Sumber Kementerian Kesehatan RI).

Namun di Inhu diduga jauh lebih murah.

Jumlah tenaga dibawah naungan Puskesmas se-Inhu yakni dokter umum 69 orang, dokter gigi 18 orang, perawat Laki-laki 108 orang, Perempuan 213 orang dengan total 321 orang.

Dan Bidan dibawah naungan Puskesmas 602 orang.

Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat, dokter spesialis 31 orang, dokter umum 27 orang, dokter gigi 21 orang, dokter gigi spesialis 3 orang, perawat Laki-laki 56 orang, Perempuan 124 orang dengan total 180 orang dan bidan 70 orang. (Sumber Dinas Kesehatan Riau).

Sementara Pj. Bupati Inhu, Drs. H. Chairul Riski. MS, MP saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan akan check.

“Makasih info, saya check yach,” jawabnya singkat.

(Harmaein)

 401 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!