Polri Antisipasi Arus Balik, Diprediksi Terjadi 16-23 Mei

indopers.net, Jakarta

Kendati dilarang, sebagian pemudik tetap bisa kembali ke kampung halaman. Karena itu, Polri kini bersiap berhadapan dengan arus balik. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, besar kemungkinan arus balik mulai terasa pada Minggu (16/5) hingga sepekan berikutnya (23/5).

Polri menyiapkan waktu satu pekan untuk memastikan arus balik berjalan aman dan lancar. “Mudah-mudahan mereka (pemudik, Red) kembalinya tidak bersamaan sehingga tidak timbul kemacetan,” kata dia.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperpanjang masa Operasi Ketupat. Tahun ini Operasi Ketupat sebenarnya berakhir Senin (17/5). “Ada opsi, sedang diatur apakah ada kemungkinan Operasi Ketupat diperpanjang,” imbuh Sambodo.

Jika operasi yang dilaksanakan serentak itu tidak diperpanjang, pihaknya akan melaksanakan operasi yang terpisah dari Operasi Ketupat. “Nanti 17 Mei sampai 24 Mei kami menggunakan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” ungkap perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak tersebut.

Sambodo memastikan, penyekatan tetap berlaku sampai akhir pekan ini. Pihaknya tidak akan menarik pasukan dari pos-pos penyekatan meski Idul Fitri sudah berlalu.

”Tanggal 17 Mei kami masih tetap menyekat (kendaraan yang keluar Jakarta, Red) karena diperkirakan habis salat Id di Jakarta, kemudian (masyarakat) ke luar kota,” jelas dia. Sedangkan untuk arus balik, pihaknya menunggu arahan pemerintah pusat. Dilakukan penyekatan atau tidak, tergantung pemerintah.

Khusus arus balik, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jakarta harus diperkuat semua pihak.

“Karena ada kemungkinan meningkatnya angka Covid-19 pada saat arus mudik dan arus balik,” terang dia. Pihaknya berharap penguatan PPKM skala mikro di Jakarta akan menekan pertumbuhan kasus Covid-19.

Selain itu, petugas yang berdinas di titik-titik pintu keluar masuk Jakarta diminta mengantisipasi arus balik. Baik itu di jalan raya, bandara, stasiun, maupun titik-titik lainnya. Semua petugas diminta terus mengawasi pergerakan masyarakat secara ketat. Setiap orang yang tidak memenuhi persyaratan untuk bepergian jarak jauh dilarang bepergian.

(udn)

 188 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!