Hindari Penyisiran Petugas, Pemudik di Makassar Pilih Jalur Tikus

indopers.net, Makassar

Sejumlah pemudik Makassar, masih nekat memilih jalur tikus untuk pulang kampung demi menghindari penyekatan pemeriksaan tim terpadu di pos penjagaan. Baik di perbatasan Kabupaten Maros–Pangkep dan Kabupaten Gowa–Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari laporan, pemudik menempuh jalur tikus terpantau di jalan tembusan menghubungkan Kota Makassar–Kabupaten Maros di wilayah Moncongloe. Jalan tersebut masih terhubung meliputi wilayah Makassar, Maros Sungguminasa, Gowa, dan Takalar atau Maminasata atau jalur Selatan Sulsel. ”Biasanya lewat sini, kalau ada penyisiran di perbatasan. Kalau lewat sini bisa tembus langsung Takalar, Sinjai,” ujar Lukman, salah seorang warga Takalar yang memberi keterangannya ke awak media indopers.net.

Sementara itu, jalur barat Sulsel menghubungkan Kota Makasar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Barru, hingga Pare-pare, jalur tikus dilalui pemudik melalui daerah Camba, Maros, menuju Kabupaten Bone. Namun, sebagian pemudik dilaporkan ada yang nekat menempuh jalur laut di Pelabuhan Paotere Makassar, menggunakan kapal kayu dengan tujuan Kabupaten Barru, dan Pangkep serta daerah lain yang masih terhubung.

”Ada beberapa orang yang kasih naik motornya di kapal. Tujuan Barru Pangkep, Pare-pare, sampai Pinrang. Alasannya, takut kena sweeping, karena larangan mudik,” kata warga setempat, Zaenal.

Biaya satu kali pengangkutan, kata dia, bervariasi tergantung daerah tujuan masing-masing dan kesepakatan dengan nakhoda kapal.

Sebelumnya, tim terpadu telah melaksanakan penyekatan arus lalu lintas di perbatasan Gowa–Takalar arah Selatan Sulsel dan perbatasan Maros–Pangkep di wilayah barat Sulsel, menghubungkan dua arah dari pusat Kota Makassar ke kabupaten setempat. Pelaksanaan penyekatan sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19, Nomor 13 Tahun 2021 dan diperkuat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021.

Untuk Operasi Ketupat tahun ini, melibatkan personil gabungan TNI-Polri dibantu Satpol PP dilaksanakan sejak 6 sampai 17 Mei. Operasi itu sekaligus memantau pelarangan mudik di perbatasan kota/kabupaten pada Lebaran tahun ini.

”Operasi ketupat ini melibatkan 4.327 personel Polri ditambah dengan pasukan TNI dan Pemda. Kemudian ada 42 titik penyekatan, 48 pos pengamanan yang diisi pasukan gabungan, serta 27 pos pemantauan (perbatasan),” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

(rudy s)

 228 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!