Polda Jatim Kerahkan 10 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat Semeru 2021

Polda Jatim Kerahkan 10 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat Semeru 2021

indopers.net, Surabaya

Rabu (5/5/2021) ini Polda Jatim mengadakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Mapolda Jatim. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Jatim.

Irjen Nico menyebutkan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idulfitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlilbatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Dalam kesempatan ini Nico membacakan amanat Kapolri yang menyinggung kebijakan Pemerintah mengenai larangan mudik pada Hari Raya Idulfitri 1442 H.

Nico menegaskan Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19, dengan pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur Idulfitri pada tahun lalu sebesar 93%.

Lanjut Kapolda, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

“Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat kemungkinan 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Nico berpesan kegiatan Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2021, Polda Jatim mengerahkan 10.451 personel.

Dengan perincian Polda Jatin sebanyak 1.065 personel, dan satuan wilayah jajaran sebanyak 9.381 personel, didukung oleh TNI sebanyak 1.420 personel, serta instansi terkait lainnya sebanyak 3.346.

Pengerahan personel tersebut akan diploting dalam rangka penyekatan di 9 titik wilayah perbatasan provinsi dan 20 titik dalam provinsi, serta di 45 pintu tol yang ada di wilayah Jawa Timur.

Ditemui usai memimpin apel gelar pasukan, Nico memohon kepada masyarakat untuk bisa menahan diri agar tidak melakukan mudik lebaran. “Hati dan pikiran dari masyarakat harus tertanam bahwa Covid-19 ini bahaya,” tegasnya.

Dalam satu wilayah penyekatan pun, Nico mengimbau untuk warga jangan berkunjung. Karena penyebaran Covid-19 semakin berbahaya apabila berkumpul. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukan telepon , atau video call dengan keluarga.

(fwaid/giru)

 179 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!