Dua Terduga Teroris di Jatim Tidak Terkait Bom Makassar dan Kejadian di Mabes Polri

Dua Terduga Teroris di Jatim Tidak Terkait Bom Makassar dan Kejadian di Mabes Polri

indopers.net, Surabaya

Kombes Pol Gatot Repli Handoko Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, dua terduga teroris di Jatim tidak terkait bom bunuh diri Makassar maupun penyerangan Mabes Polri di Jakarta.

“Kedua tersangka ini tidak ada kaitannya dengan pelaku bom bunuh diri di Makassar, dan penembakan di Mabes Polri,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima indopers.net, Jumat (2/4/2021).

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Jatim hari ini menangkap dua orang terduga teroris di dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.

Densus mengamankan S terduga teroris warga Simo Pomahan, Sukomanunggal, Surabaya. Juga mengamankan RH terduga teroris warga Dusun Purboyo Mayangsekar, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Tuban.

Selain mengamankan dua orang terduga teroris itu, Densus 88 Antiteror bersama Polda Jatim juga melakukan penggeledahan di rumah masing-masing dan mengamankan sejumlah barang.

Sekadar informasi, penangkapan dua orang yang terkait dugaan terorisme ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan Densus 88 Antiteror di Jawa Timur.

Sebelumnya, pascabom bunuh diri di Makassar, Densus 88 Antiteror mengamankan dua orang terduga teroris di Tulungagung dan Nganjuk yang diduganya terkait dengan perisitiwa di Makassar.

Penangkapan terduga teroris di Tulungagung dan Nganjuk itu berlangsung Selasa (30/3/2021). Keduanya antara lain NMR warga Desa Buntaran, Rejotangan, Tulungagung, dan LAM warga Nganjuk.

Beberapa pekan sebelum peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar 28 Maret lalu, Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan terduga teroris berinisial SD warga Desa Tambakrejo, Kediri pada Selasa (2/3/2021).

Sehari sebelum itu, Senin (1/3/2021), Densus 88 Antiteror sudah beraksi di Surabaya dengan menangkap N, terduga teroris warga Jalan Tambak Asri, Krembangan, Surabaya.

Polda Jatim menyatakan, penangkapan N itu adalah hasil pengembangan dari terduga teroris warga Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya yang ditangkap pada Jumat (26/2/2021).

Sampai 2 Maret 2021 itu, Brigjen Rusdi Hartono Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri menyatakan, total ada 13 terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur.

(taufik)

 238 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!