Dua Opsi Pembayaran Denda Tilang Elektronik

indopers.net, Surabaya

Candra Anggara Kasubsi C Intelijen Kejaksaan Negeri Surabaya menjelaskan alur tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Alurnya, Polisi melakukan penindakan berdasarkan rekaman kamera. Sesudah itu pelanggar dapat surat yang diantar ke rumah, kemudian dilanjutkan konfirmasi.

Setelah konfirmasi, kata Candra pelanggar dapat dua pilihan model pembayaran. Kalau membayar sebelum putusan sidang, bisa melalui BRI virtual account (BRIVA) tapi haus dengan denda maksimal. Sesudah bayar maka bisa buka blokir STNK ke Polda Jatim.

“Kalau sudah bayar di BRIVA maka sesudah putusan sidang (sesuai jadwal yang tertera di surat konfirmasi) bisa kembali ke BRI untuk ambil uang kembaliannya,” ujar Candra kepada Redaksi indopers.net, Selasa (23/3/2021).

Sedangkan pilihan model pembayaran lainnya, bisa menunggu putusan sidang dengan mengecek di website tilang.kejaksaan. go.id. Di situ nanti muncul berapa nilai dendanya yang harus dibayar. Bahkan, pembayaran bisa dilakukan di banyak bank dan payment point.

“Di kejaksaan untuk denda tilang bayarnya bisa di 108 bank swasta dan negara. Bisa juga pakai mobile banking dan e-commerce seperti tokopedia dan bukalapak. Tinggal buka website tilang.kejaksaan.go.id tinggal masukan nomor register tilangnya, nanti keluar besaran dendanya dan masyarkat bisa membayarnya,” katanya.

Candra mengatakan, sekarang masyarakat tinggal memilih. Kalau mau dibuka blokir STNK di awal, maka bayar di BRIVA dengan denda maksimal. Tapi kalau mau blokir STNK dibuka di akhir (setelah putusan sidang) bisa bayar di semua bank dan payment point dengan nilai denda sesuai pelanggaran.

Sementara itu, AKP Elik Tulsani Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Jatim mengatakan, dalam dua hari ini jaringan ETLE lokal di Polda Jatim memang sedang ada hambatan. Karena masih terintegrasi dengan ETLE Nasional yang saat ini sedang dilaunching.

“Sekarang ETLE nasional sudah dilaunching dan diresmikan Kapolri, Mahkamah Agung dan Kejaksaan Tinggi. Sesudah ini sistem berangsur normal, bisa melakukan pembayaran. Insya allah sudah terbuka,” katanya.

Dia juga menyarankan, apabila ada masyarakat yang mengalami gagal mengambil barcode di surat konfirmasi tilang atau jaringannya ada masalah, maka bisa datang ke Yanduan (pelayanan pengaduan) Ditlantas Polda Jatim. “Sudah ada personel yang siap membantu,” katanya.

Sebelumnya, beberapa pembaca media indopers.net Surabaya menghubungi Redaksi kalau menghadapi kendala pembayaran tilang elektronik. Keishya Wynne salah seorang di antaranya sekitar pukul 10.39 WIB melaporkan kesulitan proses pembayaran.

“Saya kena tilang CCTV, surat sudah dikirim ke rumah. Sudah berhasil konfirmasi, terus dapat kode Briva untuk bayar, ternyata nomor Brivanya invalid terus. Kata BRI ada kendala jaringan terputus, jadi saya bingung mau bayarnya gimana ini,” kata Keishya.

(Fwid/giru)

 392 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!